Lampion dan Barongsai Iringi Lonjakan Penumpang Imlek 2026 di Daop 2 Bandung
Stasiun Bandung menjadi titik terpadat dengan 29.085 penumpang berangkat dan 28.781 penumpang datang. Di Stasiun Kiaracondong, angka keberangkatan mencapai 15.186 pelanggan dengan 14.992 pelanggan datang. Sementara itu, Stasiun Cianjur mencatat 10.038 penumpang berangkat dan 10.840 penumpang datang, disusul Stasiun Tasikmalaya, Cipatat, Garut, dan Banjar yang juga mengalami peningkatan mobilitas signifikan.
Bagi sebagian penumpang, perjalanan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ada yang pulang untuk berkumpul bersama keluarga, ada pula yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata. Di ruang tunggu, terlihat keluarga membawa bingkisan khas Imlek, pasangan muda yang hendak berlibur, hingga mahasiswa yang pulang kampung. Kereta api menjadi ruang pertemuan berbagai cerita dan harapan di awal tahun baru penanggalan Tionghoa.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menilai tingginya volume penumpang selama periode ini sebagai cerminan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Pihaknya berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus memberi sentuhan pengalaman berbeda melalui kegiatan tematik seperti perayaan Imlek. “Kami ingin pelanggan tidak hanya sampai tujuan, tetapi juga merasakan suasana yang berkesan,” ujarnya.
Menjelang akhir libur panjang, arus penumpang masih terlihat ramai, namun tetap terkendali. KAI Daop 2 Bandung mengingatkan pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan mematuhi aturan perjalanan. Di bawah cahaya lampion merah yang masih bergantung, perjalanan demi perjalanan terus berlangsung—membawa penumpang menuju tujuan masing-masing, dalam semangat baru yang penuh harapan dan kebahagiaan.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!