Lagi, Pemkab Bandung Raih Penghargaan Juara 2 Pangan Aman Tingkat Nasional
Sebagai informasi, gerakan Kabupaten/Kota Pangan Aman Nasional adalah upaya yang dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Gerakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan strategis dan mengatasi fluktuasi harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri maupun di masa sulit seperti ini akibat terdampak fenomena el nino.
Salah satu contoh dari gerakan ini adalah gerakan pangan murah. Tujuan dari gerakan ini adalah ketersediaan pangan yang murah dan stabil, sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
"Insya Allah sebentar lagi kami akan kembali meluncurkan operasi beras murah yang disubsidi sehingga masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau," tambah Bupati.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan Pemkab Bandung akan mensubsidi harga beras yang sedang mahal menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) yang merupakan bonus kinerja yang diterima Pemkab Bandung dari pemerintah pusat.
"Alhamdulillah kami kan dapat DID atau bonus kinerja dari pemerintah pusat. Kita gunakan untuk itu. Jadi nanti masyarakat akan bisa memperoleh beras dengan harga murah karena kami subsidi," ungkap Kang DS, sapaan akrabnya.
Selain itu, pria yang juga Ketua PKB Kabupaten Bandung itu juga setiap bulan menyalurkan bantuan beras, masing-masing sebanyak 10 kg bagi 214.070 keluarga penerima manfaat (KPM).
Dadang Supriatna juga menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat bagi 10.398 keluarga penerima manfaat (KPM) di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!