Labuan Bajo, The Last Magic on Earth
Tapi jangan khawatir, sepanjang perjalanan menuju Pulau Komodo Anda akan mendapatkan pemandangan yang indah dan mengesankan, yakni gugusan pulau hijau berlekuk-liku eksotis dengan hamparan laut yang bersih, menawan dan tenang. Cocok sekali untuk melepas kepenatan. Begitu sampai di dermaga Taman Nasional Komodo, pemandangan alamnya tidak kalah ciamik. Dasar laut yang terlihat jernih dengan terumbu-terumbu karang dan ikan yang berwarna-warni menambah dorongan untuk bisa menyelam ke dalam laut baik sekadar diving atau snorkeling.
Bagi yang tidak suka menyelam, Anda bisa langsung melanjutkan petualangan menyusuri Pulau Komodo. Setelah mendaftar dan membayar retribusi untuk mendapatkan pengawalan dari tour guide, Anda akan diberi pilihan untuk menapaki jalur pendek (short track), medium track atau long track.
Jalur pendek artinya track untuk berjalan kaki menyusuri Pulau Komodo dengan jarak pendek, yakni sekitar 1 kilometer. Sedangkan medium track bisa mencapai 5 kilometer dan long track mencapai 10 kilometer. Tapi mau memilih jalur manapun tidak ada jaminan bisa menemui komodo di track yang dilalui sebab mereka ini dilepas-liarkan di alam bebas sehingga tergantung keberuntungan pula untuk bisa memergoki mereka di jalan.
Beruntung, kami yang berkunjung ke TNK pada pertengahan Februari 2023 dan dipandu oleh seorang ranger—sebutan untuk pemandu wisata di sana—berhasil memergoki beberapa ekor komodo yang melintas di jalan, meskipun ukurannya terbilang sedang. Bahkan kami juga sempat ditunjuki gundukan tanah di sudut hutan yang menjadi tempat induk komodo menguburkan telur-telurnya. Komodo dewasa berukuran panjang sekitar 3 meter dengan usia hidup mencapai 50 tahun. Setiap induk komodo dapat menghasilkan 30 telur dalam setiap kali melahirkan, namun dari jumlah itu hanya sekitar 5 telur yang bisa menetas. Itu pun kadang dimangsa lagi oleh komodo besar yang tergolong hewan kanibal. Jumlah komodo di TNK diperkirakan sekitar 1.000 spesies.
Setelah melewati track yang menembus hutan, melintasi sungai dan rawa, ujung dari petualangan darat ini berakhir di pinggir pantai lagi. Rupanya ketika matahari mulai meninggi, banyak komodo yang memilih berjemur di pantai. Dan ini menjadi kesempatan berharga bagi para wisatawan untuk berfoto bersama komodo. Terpenting selalu didampingi ranger—yang senantiasa membawa tongkat berbentuk “Y” sebagai alat untuk melawan apabila komodo menyerang—agar berfoto bersama komodo bisa berjalan dengan aman dan nyaman.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!