Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Padang Kembali Terapkan PJJ untuk Siswa

Desi Rossilawati
Rabu, 16 September 2026 | 12:02 WIB
Bagikan
Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Padang Kembali Terapkan PJJ untuk Siswa

Siswa menggunakan masker akibat kualitas udara di Kota Padang kembali memburuk./visi.news/cnn.

VISI.NEWS Pemerintah Kota (Pemkot) Padang kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP sederajat mulai Rabu (16/9/2026).

Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara di Kota Padang kembali memburuk dan masuk kategori berbahaya akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data laman pemantau kualitas udara IQAir pada Rabu pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Kota Padang mencapai 904 dan berada dalam kategori berbahaya.

PJJ kali ini menjadi yang kedua diterapkan Pemkot Padang. Sebelumnya, pembelajaran dari rumah diberlakukan pada 9-11 September 2026.

Siswa kemudian kembali mengikuti pembelajaran tatap muka pada Senin (14/9/2026), sebelum akhirnya kembali dialihkan ke PJJ pada Rabu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yovi Krislova mengatakan, PJJ diterapkan sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan siswa dari paparan udara buruk.

"Melihat kondisi kualitas udara yang berada pada kategori berbahaya, pembelajaran bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP sederajat dilakukan secara jarak jauh. Ini sebagai upaya menjaga kesehatan anak-anak," ujar Yovi.

Yovi mengimbau siswa tetap mengikuti proses belajar dari rumah secara daring melalui perangkat masing-masing.

Ia juga meminta orangtua aktif mendampingi anak selama PJJ agar kegiatan belajar tetap berjalan.

"Peserta didik tetap mengikuti pembelajaran dari rumah dan kami mengimbau orang tua memberikan pendampingan selama proses PJJ agar kegiatan belajar tetap berjalan efektif," tambahnya.

Pemkot Padang juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memilih berada di dalam rumah hingga kualitas udara kembali membaik.

Sebelum PJJ kembali diberlakukan, sekolah-sekolah di Kota Padang sempat menerapkan protokol kesehatan ketat pada Selasa (15/9/2026).

Guru dan siswa diwajibkan menggunakan masker. Sekolah juga meniadakan aktivitas fisik di luar ruangan, seperti olahraga, upacara, dan senam.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap imbauan Dinas Pendidikan terkait cuaca buruk serta tingginya konsentrasi asap dan abu vulkanik di udara.

Kebijakan itu juga ditujukan untuk mencegah gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada siswa yang termasuk kelompok rentan.

Kepala SDN 34 Simpang Haru, Zulmarlaini, mengatakan penggunaan masker berjalan efektif dan mendapat dukungan dari pihak sekolah.

"Penerapan penggunaan masker saat ini berjalan sangat efektif. Bagi siswa yang belum membawa masker, kami terus mengimbau dan pihak sekolah juga menyediakan cadangan masker," kata Zulmarlaini, Selasa (15/9/2026).

Namun, setelah kualitas udara melonjak hingga kategori berbahaya pada Rabu pagi, Pemkot Padang akhirnya menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan kembali mengalihkan kegiatan belajar menjadi PJJ.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.