Kronologi WNA Brunei Tewas Dihantam Botol di Blok M
Pelaku pada kasus penganiayaan maut yang melibatkan sesama warga negara asing asal Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan./visi.news/Polda Metro Jaya.
VISI.NEWS | JAKARTA - Kasus penganiayaan maut yang melibatkan sesama warga negara asing asal Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap. Polda Metro Jaya membeberkan rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya pria berinisial MHF (30) setelah mengalami luka serius akibat dihantam botol kaca oleh tersangka MIA (33).
Peristiwa tragis itu terjadi menjelang subuh di kawasan Blok M Hub yang pada saat itu masih dipadati aktivitas warga. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, korban awalnya berada di lokasi bersama seorang saksi dan beberapa rekannya dalam suasana santai.
"Peristiwa bermula menjelang subuh, saat korban MHF sedang berada di area Blok M Hub bersama seorang saksi. Tidak lama kemudian, datang beberapa orang lainnya yang bergabung, lalu duduk dan berbincang santai bersama korban di sekitar lokasi," kata Budi dalam keterangannya dikutip, Selasa (26/5/2026).
Situasi yang awalnya tenang mulai berubah sekitar pukul 03.28 WIB. Saat itu, tersangka MIA datang ke lokasi bersama rekannya menggunakan sebuah mobil. Polisi menyebut sejak turun dari kendaraan, tersangka sudah membawa sebuah kantong kertas hitam atau paper bag yang diduga berisi botol kaca.
Kedatangan tersangka kemudian memicu ketegangan. MIA menghampiri korban dan terlibat adu mulut di area pintu masuk Blok M Hub. Perdebatan berlangsung cukup sengit hingga posisi keduanya bergeser ke depan toko Restu Sport yang berada tidak jauh dari lokasi awal.
"MIA kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi yang cukup sengit di area pintu masuk Blok M Hub. Perdebatan tersebut terus berlanjut hingga posisinya bergeser ke depan toko Restu Sport," terang Budi.
Dalam situasi yang memanas itu, tersangka diduga kehilangan kendali. Secara tiba tiba, MIA melayangkan pukulan ke arah kepala korban menggunakan paper bag hitam yang dibawanya. Di dalam kantong tersebut terdapat botol kaca yang kemudian menjadi alat penghantam.
"Hantaman keras tersebut membuat korban langsung terjatuh di lokasi kejadian," tutur Budi.
Korban yang terkapar kemudian dievakuasi oleh rekan rekannya ke sebuah penginapan di sekitar kawasan Blok M. Saat itu kondisi korban disebut masih menunjukkan tanda kesadaran meski mengalami luka serius di bagian kepala.
Namun kondisi kesehatan korban terus memburuk. Rekan rekannya akhirnya membawa MHF ke Rumah Sakit Pusat Pertamina untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Selama beberapa hari, korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.
Pihak kepolisian menyebut korban sempat bertahan selama sepuluh hari dalam masa perawatan. Akan tetapi, kondisi korban tidak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 16 Mei 2026.
"Setelah sepuluh hari berjuang dalam masa perawatan, korban MHF akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 16 Mei 2026 di RSPP," ungkap Budi.
Kematian korban membuat kasus tersebut naik ke tahap penyelidikan intensif. Tim gabungan dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Metro Kebayoran Baru langsung bergerak menelusuri keberadaan pelaku serta mengumpulkan berbagai alat bukti.
Polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi yang berada di lokasi kejadian serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar kawasan Blok M. Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas tersangka berhasil dipastikan.
Setelah melakukan pencarian selama beberapa hari, aparat akhirnya menangkap tersangka MIA pada Senin, 25 Mei 2026 di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi menyebut proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.
"Tersangka MIA berhasil ditangkap tanpa perlawanan pada Senin, 25 Mei 2026, di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat ini, WNA Brunei tersebut telah ditahan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," imbuh Budi.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan sesama warga negara asing di salah satu kawasan pusat aktivitas malam di Jakarta Selatan. Hingga kini, polisi masih mendalami motif utama yang memicu pertengkaran antara korban dan pelaku sebelum aksi penganiayaan terjadi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!