Kronologi Ratusan Ojol Geruduk Kantor Debt Collector di Bandung

Desi Rossilawati
Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:46 WIB
Bagikan
Kronologi Ratusan Ojol Geruduk Kantor Debt Collector di Bandung

Ilustrasi para pengemudi ojek online (ojol)./visi.news/jpnn.

VISI.NEWS - Keributan antara ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan pihak yang diduga debt collector terjadi di Jalan Kopo Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2026) malam.

Insiden yang viral di media sosial itu dipicu penarikan sepeda motor milik seorang pengemudi ojol yang kemudian memancing aksi solidaritas hingga polisi turun tangan mengamankan situasi.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, menjelaskan peristiwa bermula saat seorang pengemudi ojol InDrive berinisial M dihentikan oleh seseorang yang diduga debt collector. Setelah itu, oknum tersebut diduga meminta secara paksa agar korban menyerahkan sepeda motornya dengan alasan menunggak cicilan kendaraan selama dua bulan.

"Peristiwa itulah yang memicu reaksi dari rekan-rekan sesama pengemudi ojek online dari berbagai komunitas dan warga sekitar, yang kemudian mendatangi kantor debt collector untuk menyampaikan aspirasi," ujar Aldi dalam keterangannya, dikutip, Sabtu (18/7/2026).

Namun, rekan sesama pengemudi ojol, Agus Abdul Muhtar, membantah tuduhan tunggakan tersebut. Ia menyebut sepeda motor milik korban telah lunas dan seluruh dokumen kendaraan telah berada di tangan pemilik.

"Awalnya diberhentiin tapi secara paksa, dan dia minta denda nominalnya agar lumayan. Cuma posisi motor korban itu sudah lunas semua, BPKB ada, STNK ada. Cuma yang kita sayangkan motor itu masih di kantor debt collector katanya, tapi gatau kan, tapi kita selidiki lagi aja," ujar Agus.

Hingga kini, keberadaan sepeda motor tersebut disebut belum diketahui dan belum dikembalikan kepada pemiliknya.

Kasus itu kemudian memicu aksi ratusan pengemudi ojol bersama warga yang mendatangi kantor debt collector di Jalan Kopo Sayati. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, massa tampak berkumpul di depan kantor sambil menuntut agar operasional perusahaan tersebut dihentikan. Situasi sempat memanas sebelum aparat kepolisian mengendalikan massa.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.