Kritik Jalan Rusak Berujung Intimidasi, Warga Garut Angkat Suara soal Ruang Aman Kritik Publik
“Saya bukan ingin tenar, tapi ingin desa saya baik,” tegas Holis.
Viralnya video tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut. Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengaku kecewa dan menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik. Ia menyebut, Inspektorat Daerah telah dikerahkan untuk melakukan audit desa serta mendalami kronologi kejadian, termasuk versi dari kepala desa yang bersangkutan.
“Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik,” kata Putri dalam keterangan resminya.
Respons juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan bagian penting dari kontrol publik terhadap jalannya pembangunan dan tidak seharusnya dibalas dengan ancaman atau tekanan.
“Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman,” ujar Dedi.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyentuh persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan desa, yakni ruang aman bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan kritik. Hingga kini, video tersebut masih beredar luas di media sosial dan memicu diskusi publik mengenai perlindungan warga yang berani bersuara demi perbaikan di lingkungannya sendiri. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!