Krisis yang Diperingatkan Bertahun-tahun Akhirnya Meledak, Ekonomi Iran Jadi Pemicu Kerusuhan Nasional

ED
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:03 WIB
Bagikan
Krisis yang Diperingatkan Bertahun-tahun Akhirnya Meledak, Ekonomi Iran Jadi Pemicu Kerusuhan Nasional

Dampak krisis ekonomi juga mulai menggerogoti sektor industri. Survei yang dilakukan kelompok peneliti ekonomi Donyaye Eghtesad 62 memperingatkan bahwa Iran tengah bergerak menuju deindustrialisasi. Dalam laporannya disebutkan, “Salah urus ekonomi, ditambah dengan kebijakan yang restriktif, telah membawa Iran ke jalur deindustrialisasi.” Laporan yang sama menambahkan, “Ketidakstabilan kebijakan ekonomi, intervensi pemerintah di pasar, dan kegagalan menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif telah sangat melemahkan basis industri negara.”

Pusat Penelitian Parlemen Iran turut menyoroti dampak langsung krisis terhadap kehidupan masyarakat. Lembaga ini mencatat bahwa tekanan inflasi yang terus-menerus telah dengan cepat mengikis daya beli rumah tangga. Penurunan daya beli tersebut menyebabkan stagnasi pasar konsumen dan mendorong industri domestik ke ambang kehancuran, sekaligus memperbesar risiko penutupan pabrik dan meningkatnya pengangguran.

Krisis ekonomi Iran tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang sanksi internasional. Sejak Revolusi Islam 1979, Iran berada di bawah embargo negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Tekanan semakin meningkat pada 2006 ketika PBB memberlakukan sanksi terkait program nuklir Iran, lalu mencapai puncaknya pada periode 2010 hingga 2020 di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menargetkan sektor finansial dan energi Iran.

Pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1929 memperketat pembatasan ekonomi dengan melarang transaksi tertentu dan membatasi ekspor minyak Iran. Kebijakan tersebut mengguncang fondasi ekonomi Teheran, mempersempit akses keuangan internasional, dan memperdalam krisis dalam negeri. Kini, krisis yang selama bertahun-tahun hanya tercatat dalam laporan dan peringatan resmi itu telah menjelma menjadi kemarahan massal di jalan-jalan Iran. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.