Krisis Gaza Memburuk, UNRWA Tak Mampu Salurkan Bantuan Akibat Pengepungan
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 18 April 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Jalur Gaza kembali menghadapi krisis kemanusiaan akut setelah bantuan dari komunitas internasional tak bisa masuk selama lebih dari satu bulan. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan bahwa pasokan bantuan telah terhenti sejak 2 Maret 2025 akibat pengepungan penuh yang diberlakukan Israel.
"Ini sudah tiga kali lebih lama dari yang pernah diberlakukan pada Oktober 2023 ketika agresi dimulai," tulis UNRWA melalui pernyataan resmi di platform X, Jumat (18/4/2025).
Kondisi semakin parah karena lebih dari dua pertiga wilayah Gaza kini berada di bawah status pengungsian aktif dan zona terlarang, menyusul perintah pengusiran militer Israel dari 18 Maret hingga 14 April. Akibatnya, PBB mencatat sekitar 420 ribu warga terpaksa mengungsi kembali.
"Meski dikepung dan menghadapi berbagai tantangan, UNRWA tetap menyediakan layanan kepada masyarakat di Gaza," tulis UNRWA.
Di tengah keterbatasan dan ancaman serangan yang terus berlangsung, UNRWA menyebut kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, sanitasi, dan tempat tinggal sangat terganggu.
Sikap keras Israel ditegaskan kembali oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyatakan negaranya tidak akan membuka akses bantuan ke wilayah tersebut.
"Kebijakan Israel jelas, tidak ada bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Gaza," tulis Katz melalui akun X pada 16 April lalu.
Penutupan total akses bantuan ini terjadi setelah Hamas menolak perpanjangan gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Situasi ini makin memperdalam penderitaan warga sipil di Gaza yang terjebak dalam blokade dan kekurangan kebutuhan dasar. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!