Kotak Hitam Pesawat Jeju Air Berhenti Merekam Empat Menit Sebelum Kecelakaan
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 12 Januari 2025 | 23:24 WIB
VISI.NEWS | KORSEL - Kementerian Transportasi Korea Selatan mengungkapkan pada Sabtu (11/1/2025) bahwa kotak hitam yang merekam data penerbangan (FDR) dan suara kokpit (CVR) pesawat Jeju Air yang jatuh, ternyata berhenti merekam empat menit sebelum pesawat menabrak tanah. Pesawat Boeing 737-800 itu terbang dari Thailand menuju Muan, Korea Selatan, pada 29 Desember 2024, dengan 181 penumpang dan awak di dalamnya. Pesawat jatuh saat mendarat di Bandara Muan, dengan tubuh pesawat menyentuh tanah terlebih dahulu dan meledak setelah menabrak penghalang beton.
Analisis awal menunjukkan bahwa data pada CVR dan FDR tidak tercatat selama empat menit terakhir sebelum pesawat menabrak localizer, yaitu sistem navigasi yang digunakan untuk membantu pesawat mendarat dengan tepat di landasan pacu. Penyebab hilangnya data ini akan diselidiki lebih lanjut selama proses penyelidikan kecelakaan.
"Analisis menunjukkan bahwa data dari CVR dan FDR tidak tercatat selama empat menit sebelum pesawat menabrak localizer," ungkap Kementerian Transportasi Korea Selatan, seperti dikutip dari VOA Indonesia.
Sejumlah kemungkinan penyebab kecelakaan telah dicurigai, seperti tabrakan dengan burung, kerusakan pada roda pendaratan, dan penghalang di landasan pacu. Sebelum percobaan pendaratan kedua, pilot sempat memberi peringatan mengenai potensi tabrakan dengan burung, namun pesawat gagal mendarat dengan sempurna pada percobaan kedua akibat roda pendaratan yang tidak berfungsi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!