Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Lebih 70 Siswa

ED
Selasa, 23 September 2025 | 01:59 WIB
Bagikan
Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Lebih 70 Siswa

VISI.NEWS | KBB - Kejadian mencekam melanda Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Puluhan siswa dari tiga sekolah—SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, dan SD Negeri Cipari—tumbang satu per satu setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (22/9/2025) siang. Hingga petang, jumlah korban melonjak drastis menjadi 75 orang.

Gejala yang mereka alami bukan sekadar mual dan pusing. Beberapa siswa bahkan mengalami sesak napas hingga kejang-kejang. Suasana ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cipongkor berubah tegang, ketika pasien berdatangan silih berganti sejak pukul 12.06 WIB. “Pasien terus berdatangan hingga petang ini kami terima. Pasien dengan jumlah 14 orang dirujuk. Pasien tak hanya siswa SMK dan MTs, tetapi juga siswa SD Cipari,” ungkap Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah.

Situasi makin genting ketika 14 siswa harus segera dilarikan ke RSUD Cililin. Kondisi mereka memburuk dengan keluhan sesak yang kian parah. “Rata-rata pasien yang dirujuk mengeluhkan sesak. Kami tak bisa menangani di sini, jadi harus segera ke rumah sakit rujukan,” lanjut Yuyun dengan wajah serius.

Untuk mengantisipasi ledakan kasus, posko darurat segera didirikan di tiga titik: UGD Poned Puskesmas Cipongkor, GOR Kantor Kecamatan Cipongkor, dan Bidan Desa Sirnagalih. Namun, derasnya arus pasien membuat tenaga medis dari Puskesmas Saguling, Gununghalu, dan Sindangkerta harus diturunkan sebagai bala bantuan.

“Bayangkan, total porsi MBG yang beredar di Cipongkor ini mencapai 3.600. Jika penyebab keracunan benar dari makanan itu, potensi kasus masih bisa bertambah,” kata Yuyun dengan nada khawatir. Pernyataan ini sontak membuat warga semakin cemas.

Dugaan awal mengarah pada lauk ayam dalam paket MBG. Sejumlah siswa mengaku ayam yang mereka makan sudah berbau asam saat disantap. Cerita itu menguatkan kecurigaan adanya kontaminasi sejak bahan makanan diolah. “Informasi awal dari siswa, ayam itu memang sudah terasa asam. Tapi kepastian penyebab tetap harus menunggu hasil laboratorium,” tegas Yuyun.

Namun, waktu terasa berjalan lambat bagi para orang tua yang panik menunggu kabar anak mereka. Isak tangis dan doa tak putus-putus terdengar di sekitar posko medis. Mereka hanya berharap kondisi anak-anak segera membaik.

Program MBG yang sejatinya dirancang untuk memberi gizi tambahan bagi siswa justru berbalik menjadi malapetaka di Cipongkor. Kasus ini menambah panjang daftar tragedi serupa di berbagai daerah. Pertanyaan besar kini menggantung: di mana pengawasan pemerintah?

Malam ini, tim medis dan aparat kecamatan tetap bersiaga. Namun, bayang-bayang tambahan korban masih menghantui. Tragedi Cipongkor menjadi alarm keras bahwa program mulia bisa berubah jadi bencana jika keamanan pangan diabaikan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.