Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Konsultasi Publik RAN Konservasi Penyu & Cetacea 2025–2029 Digelar di Bali

ED
Sabtu, 28 Juni 2025 | 19:01 WIB
Bagikan
Konsultasi Publik RAN Konservasi Penyu & Cetacea 2025–2029 Digelar di Bali
  • Upaya perlindungan spesies laut dilindungi kembali diperkuat melalui konsultasi public penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu dan Cetacea untuk periode 2025–2029. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyusun arah strategis perlindungan penyu, paus, dan lumba-lumba, di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

VISI.NEWS | BALI - Upaya perlindungan spesies laut dilindungi kembali diperkuat melalui konsultasi public penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu dan Cetacea untuk periode 2025–2029. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyusun arah strategis perlindungan penyu, paus, dan lumba-lumba, di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara. Tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan daerah, forum ini juga menghadirkan akademisi, peneliti termasuk dari BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional), hingga organisasi masyarakat sipil yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan populasi penyu dan cetacea di Indonesia.

Selama dua hari pelaksanaan, berbagai isu krusial menjadi sorotan. Diskusi dan konsultasi publik membahas kondisi penyu dan cetacea terkini, tantangan pengelolaan kawasan habitat penting, hingga arah kebijakan dan strategi perlindungan spesies di tengah tekanan aktivitas manusia dan perubahan iklim. Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pembahasan dokumen matriks aksi RAN yang mencakup tujuan, indikator, lokasi prioritas, serta penanggung jawab pelaksana aksi.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Ditjen PK, KKP, Sarmintohadi dalam keterangannya, menekankan bahwa upaya konservasi biota perairan (termasuk penyu) tidak bisa berdiri sendiri. "Pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Oleh karena itu, dokumen RAN yang disusun harapannya tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan oleh para pihak, terutama oleh instansi yang menjadi penanggung jawab kegiatan, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing," ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.