Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Konsorsium LG Batal Investasi Rp130 Triliun di RI, Ini Alasannya

Desi Rossilawati
Selasa, 22 April 2025 | 22:30 WIB
Bagikan
Konsorsium LG Batal Investasi Rp130 Triliun di RI, Ini Alasannya
VISI.NEWS | BANDUNG - Proyek jumbo senilai Rp130 triliun untuk membangun rantai pasok baterai mobil listrik (EV) di Indonesia batal dilanjutkan oleh konsorsium Korea Selatan yang dipimpin oleh LG. Konsorsium ini sebelumnya terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LX International, dan sejumlah mitra lainnya. Dalam laporan dari Yonhap, seorang sumber dari LG Energy Solution menyatakan bahwa keputusan mundur ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan iklim investasi saat ini. "Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut. Namun, kami akan melanjutkan bisnis kami yang ada di Indonesia, seperti pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power), usaha patungan kami dengan Hyundai Motor Group," ungkap dia. Pihak konsorsium mengklaim sudah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia sebelum mengambil keputusan. Namun, detail siapa saja yang terlibat dalam diskusi tersebut tidak diungkap. Padahal, proyek ini tadinya dirancang untuk menciptakan ekosistem baterai yang utuh, dari pengadaan bahan baku, produksi prekursor dan katoda, hingga sel baterai. Sayangnya, kini rencana tersebut kandas. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.