Konsep Hidup Sederhana Ala Rasulullah
Prinsip tersebut adalah dengan tidak membanding-bandingkan pencapaian, kepemilikan, kesuksesan dan perjalanan hidup kita dengan orang lain, yang menyebabkan orang akan mengingkari nikmat Allah. Rasulullah saw pernah bersabda:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
Artinya, “Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih nyata membuat kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih).
Al-Munawi dalam Faidhul Qadir memaparkan, apabila seseorang cenderung selalu melihat seseorang yang secara status sosial lebih tinggi dari dirinya, niscaya ada potensi untuk ingin menyamai kedudukannya.
Sementara jika ia merenungi nasibnya ternyata lebih baik daripada seseorang yang ia pandang secara kuantitas harta maupun status sosial berada di bawahnya, maka rasa syukur akan muncul seketika. (Al-Munawi, Faidhul Qadir, , jilid III, halaman 59).
Meski penjelasan Al-Munawi tidak dapat kita generalisasi pada pandangan setiap orang terhadap orang lain yang ‘lebih baik’ kondisinya sebagai potensi hilangnya rasa syukur, akan tetapi secara kasuistik hal ini nyata adanya di tengah masyarakat. Kedua, Rasulullah juga mengajarkan prinsip minimalis dengan cara memosisikan diri ketika hidup di dunia sebagai seorang musafir atau traveler. Seorang traveler memiliki hubungan erat dengan filosofi gaya hidup minimalis, di mana membawa barang yang sedikit menjadi krusial.
Mobilitas tinggi, efisiensi waktu dan energi, menghindari kebingungan, fokus pada pengalaman daripada milik, fleksibilitas perjalanan, kesadaran lingkungan, dan pentingnya keseimbangan menjadi alasan utama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!