Kondisi YTR di RSHS Bandung Terus Membaik, Operasi Masih Ditunda

Desi Rossilawati
Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:40 WIB
Bagikan
Kondisi YTR di RSHS Bandung Terus Membaik, Operasi Masih Ditunda

Taufik Hidayat Ditangkap di Majalaya Setelah Jadi DPO Kasus Penyekapan Wanita Bandung./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Kondisi YTR (29), korban dugaan penganiayaan dan penyekapan di Bandung, terus menunjukkan perkembangan positif selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tim medis masih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik, status gizi, dan kesehatan psikologis korban sebelum menjadwalkan tindakan operasi.

Perkembangan kondisi korban menjadi perhatian karena penanganan medis dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pemulihan kesehatan secara menyeluruh agar tindakan lanjutan dapat dilakukan sesuai pertimbangan medis.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr. Fitra Hergyana, mengatakan kondisi korban mengalami peningkatan dibandingkan saat pertama kali dirawat. Perbaikan terlihat dari kondisi luka maupun kemampuan korban dalam melakukan aktivitas dasar.

"Untuk kondisi luka saat ini sudah ada perbaikan. Keadaan psikisnya juga mulai membaik. Korban sudah bisa makan dan sudah bisa duduk," ujar Fitra dalam keterangannya dikutip, Sabtu (27/6/2026).

Meski demikian, pihak rumah sakit belum menjadwalkan tindakan operasi. Menurut Fitra, tim medis masih berfokus memulihkan kondisi umum pasien sebelum memasuki tahapan tindakan bedah.

"Kami masih menunggu kondisi pasien lebih stabil. Sebelum operasi dilakukan, kami fokus pada proses pemulihan terlebih dahulu. Jika kondisi sudah memungkinkan, baru masuk ke tahapan berikutnya," katanya.

Selama menjalani perawatan, korban telah mendapatkan tindakan debridement atau pembersihan jaringan luka. Prosedur tersebut dilakukan untuk mengangkat jaringan yang rusak sehingga dapat mengurangi risiko infeksi sekaligus membantu proses penyembuhan.

"Belum ada operasi. Saat ini yang dilakukan adalah debridement atau pembersihan luka. Selain itu, kami juga memperbaiki status gizinya dan melakukan pendampingan psikologis," jelas Fitra.

Selain kondisi fisik yang membaik, kemampuan komunikasi korban juga mulai mengalami perkembangan. Tim medis menyebut korban kini sudah dapat berbicara meski masih terbatas karena masih dalam proses pemulihan.

"Untuk komunikasi, saat ini korban sudah bisa berbicara meskipun masih sedikit-sedikit karena memang masih dalam proses pemulihan," ujarnya.

Fitra menegaskan pihak rumah sakit belum dapat memastikan waktu pelaksanaan operasi. Penentuan jadwal tindakan lanjutan akan bergantung pada hasil evaluasi terhadap kondisi fisik, psikologis, dan status gizi pasien.

"Kami masih fokus pada pemulihan kondisi umum pasien. Belum bisa dipastikan berapa lama waktunya. Yang pasti kondisi psikis, status gizi, dan kesehatan secara keseluruhan harus pulih terlebih dahulu," katanya.

Untuk memberikan penanganan yang komprehensif, RSHS membentuk tim multidisiplin yang terdiri atas dokter bedah plastik, dokter spesialis mata, ahli gizi, psikolog, serta sejumlah dokter spesialis lainnya sesuai kebutuhan pasien.

"Kami mengarahkan tim yang terdiri dari dokter bedah plastik, dokter mata, ahli gizi, dan sejumlah dokter spesialis lainnya agar penanganan dilakukan secara komprehensif," tutur Fitra.

Pendekatan multidisiplin tersebut dilakukan untuk menangani berbagai aspek pemulihan korban, mulai dari perawatan luka, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga pendampingan psikologis akibat trauma yang dialami. Hingga saat ini, proses perawatan YTR masih terus berlangsung di bawah pengawasan tim dokter dari berbagai disiplin ilmu.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.