VISI.NEWS|BANDUNG -Vincent Kompany memulai babak baru dalam karier kepelatihannya bersama Bayern Munchen dengan membawa bekal pengalaman dari sejumlah manajer top Eropa. Dari semua sosok yang pernah bekerja dengannya, satu nama disebutnya sebagai pengaruh terbesar: Pep Guardiola.
Bayern bukan klub asing bagi Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu pernah menangani Die Roten sebelum melanjutkan kariernya bersama Manchester City. Di klub Inggris tersebut, Kompany menjadi kapten tim dan merasakan langsung sentuhan taktik serta filosofi sang pelatih.
Kini, saat Kompany duduk di kursi pelatih Bayern Munchen, ia mengakui bahwa Guardiola adalah panutan utamanya. “Pelatih terbaik yang pernah saya miliki tentu saja Pep Guardiola. Dia membuka pemahaman saya tentang sepak bola,” ujar Kompany.
Meski demikian, Kompany menegaskan bahwa ia tidak berusaha meniru Guardiola sepenuhnya. Ia ingin membangun identitasnya sendiri sebagai pelatih. “Saya tidak mencoba melakukan hal yang sama persis seperti Pep. Pep berbeda, dia yang terbaik. Saya mengambil hal-hal tertentu dari setiap pelatih yang pernah bekerja dengan saya,” jelasnya.
Selain Guardiola, Kompany juga menyebut Roberto Mancini dan Huub Stevens sebagai figur yang memberinya pelajaran penting. Baginya, setiap pelatih meninggalkan potongan pengalaman yang kemudian dirangkainya menjadi filosofi pribadi.
Menurut Kompany, warisan terbesar Guardiola bukan hanya soal taktik atau pola permainan. Lebih dari itu, ada mentalitas kompetitif yang terus melekat. “Ini bukan hanya soal taktik. Ini tentang mentalitas untuk selalu ingin memenangkan segalanya, melihat setiap pertandingan sebagai laga penting, tanpa membedakan antara pertandingan melawan rival utama atau tim divisi dua,” tuturnya.
Pendekatan tersebut kini coba diterapkan Kompany di Bayern Munchen. Ia ingin membangun tim yang konsisten, fokus di setiap laga, dan memiliki standar tinggi tanpa kompromi.
Dengan latar belakang sebagai mantan kapten Manchester City di era kejayaan bersama Guardiola, Kompany membawa pengalaman ruang ganti sekaligus wawasan taktik tingkat elite. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa inspirasi dari sang mentor bisa diterjemahkan menjadi kesuksesan nyata di Allianz Arena.@fajar