Kompak! Organisasi Konservasi dan Restorasi di Indonesia Siap Mewujudkan Perlindungan Hutan Berkelanjutan

ED
Minggu, 31 Juli 2022 | 06:31 WIB
Bagikan
Kompak! Organisasi Konservasi dan Restorasi di Indonesia Siap Mewujudkan Perlindungan Hutan Berkelanjutan

VISI.NEWS | MAJALENGKA - Berkolaborasi dengan empat organisasi lainnya yakni Hutan Itu Indonesia (HII), Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, Development Dialogue Asia, dan Restor, Forum 27-an yang biasa diselenggarakan setiap bulannya oleh Jatiwangi art Factory kali ini mengambil tema berbeda dari sebelumnya.

Tema kali ini adalah 'Gandeng Tangan Jaga Hutan Indonesia.' Dengan mengumpulkan organisasi restorasi dan konservasi hutan di Indonesia, kegiatan berlangsung secara hybrid dengan kegiatan offline bertempat di Jebor Hall, Jatiwangi art Factory dan secara daring melalui Zoom.

Christian Natalie, Manajer Program HII dalam rilisnya kepada VISI.NEWS, Minggu (31/7/2022) mengatakan, "Lewat lingkar diskusi Forum 27-an ini diharapkan masing-masing organisasi yang turut serta dapat menjadi jembatan satu sama lain dalam memberikan peranan yang berkelanjutan untuk pergerakan membangun partisipasi publik yang masif bagi perlindungan hutan Indonesia".

Tujuan lingkar diskusi Forum 27-an, katanya, untuk mendokumentasikan praktik konservasi dan restorasi hutan berbasis partisipasi publik, sekaligus mempererat inisiatif yang sudah ada dalam perlindungan ekosistem hutan yang telah dilakukan masing-masing organisasi yang terlibat dengan berbagai skema yang dimilikinya. Seperti Perhutana (Perusahaan Hutan Tanaraya), inisiasi yang dibangun oleh Jatiwangi art Factory sebagai salah satu contoh langkah kolektif partisipasi publik menumbuhkan hutan baru seluas 8 hektar di kawasan Jatiwangi.

"Inisiasi ini tak lain berangkat dari kekhawatiran arus industrialisasi di kawasan wilayah Majalengka sekitarnya," ujar Christian.

Ramalis Sobandi, Ketua Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, menambahkan, "Bagi kami ini adalah satu pengalaman baru dan berharga, sebagai organisasi yang berbasis penelitian perkotaan dan urbanisasi yang tidak memiliki latar belakang kehutanan mengambil peran sebagai jembatan yang menghubungkan aktor akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media untuk sama-sama mengembangkan inovasi yang menjawab keresahan akibat kecepatan urbanisasi yang dirasakan kurang adil dan belum memberikan ruang untuk kelestarian,"

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.