Komisi VIII DPR RI Minta Menag “JaMu”
Artinya, mantan Anggota DPRD Jateng ini menambahkan, sekiranya ucapan yang akan diucapkan akan berdampak buruk bagi kemaslahatan umat maka sebaiknya diurungkan. Sebaliknya, jika ucapan Menag itu akan memberikan kesejukan kepada umat sudah tentu harus disampaikan. “Jadi Menteri Agama itu harus bisa menjaga mulut atau JaMu. Kalau sekiranya tidak penting atau bahkan memperkeruh suasana keagamaan atau bahkan menjadikan umat terpecah belah sebaiknya tidak usahlah diucapkan,” katanya seraya menegaskan bahwa Menag Gus Yaqut sering membuat pernyataan yang kontraproduktif.
Dia pun menyitir program prioritas Kementerian Agama RI adalah moderasi umat beragama. Dengan demikian program ini harus sejalan dengan ucapan Menteri Agama bahwa beragama itu harus moderat, tidak ekstrem kiri atau kanan dan juga tidak ekstrem ke organisasi Islam tertentu. “Kalau sudah bisa berada di tengah itu baru moderat,” tandas Endang Maria Astuti.@mh
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!