Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026

Komisi IV DPR Minta Kasus Beras Oplosan Segera Disidik

Desi Rossilawati
Rabu, 16 Juli 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
Komisi IV DPR Minta Kasus Beras Oplosan Segera Disidik
VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa kasus temuan beras oplosan yang diungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, sudah memiliki bukti permulaan yang cukup kuat untuk dibawa ke penyidikan. "Pengungkapkan praktek pengoplosan ini dilakukan resmi dan lintas sektoral. Bukti-bukti terkait temuan juga lengkap. Aparat penegak hukum mestinya bisa segera membawa kasus pengoplosan beras ini ke tingkat penyidikan," ujar Alex dalam keterangan tertulis, Rabu (16/7/2025). Temuan tersebut merupakan hasil penelitian Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan, Kejaksaan, Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan unsur pengawasan lainnya di 10 provinsi, dengan menguji 268 merek beras pada 13 laboratorium. Hasilnya, ditemukan 212 merek bermasalah dengan rincian:
  • 85,56% beras premium tidak sesuai mutu
  • 59,78% dijual di atas HET
  • 21% beratnya kurang dari yang tertera di kemasan
Amran menegaskan praktik ini tidak hanya merugikan konsumen dalam hal kualitas, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi nasional. Beberapa merek yang disebut dioplos antara lain: 1. Sania, Sovia, Fortune, Siip (Wilmar Group) 2. Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulen (Food Station Tjipinang Jaya) 3. Raja Platinum, Raja Ultima (PT Belitang Panen Raya) 4. Ayana (PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group) Alex menegaskan, penegakan hukum jangan sampai hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. "Maksudnya, penegakan hukum jangan sampai hanya dilakukan pada pelaku di hilir (pedagang), tapi tidak mampu menjangkau hulu (pengusahanya)," tegas Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu. Ia meminta seluruh instansi segera menindaklanjuti temuan ini dengan klasifikasi tingkat kesalahan secara transparan dan melibatkan partisipasi publik. Menurutnya, Bapanas juga perlu menggali akar masalah praktik pengoplosan beras untuk menyusun langkah antisipasi ke depan. “Dengan peta masalah yang jelas, kebijakan antisipasi bisa dirumuskan. Komisi IV siap mendukung langkah-langkah itu agar masyarakat tidak dirugikan dan pengusaha tetap tenang berbisnis,” kata Alex. "Sehingga, masyarakat tak dirugikan dalam mengonsumsi beras. Pengusaha juga bisa tenang dalam menggerakan bisnisnya," pungkas Alex. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.