Komisi III DPR RI Dorong Penguatan BNN dalam Pemberantasan Narkoba

Desi Rossilawati
Jumat, 24 Januari 2025 | 09:30 WIB
Bagikan
Komisi III DPR RI Dorong Penguatan BNN dalam Pemberantasan Narkoba
VISI.NEWS | JAKARTA - Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis, 23 Januari 2025. Anggota Komisi III, Aboe Bakar, menegaskan pentingnya memperkuat peran BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Hal ini sejalan dengan salah satu prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. “Salah satu Asta Cita Presiden Prabowo adalah Pemberantasan Narkoba, oleh karenanya BNN perlu diperkuat. Untuk itu mereka layak mendapatkan dukungan anggaran yang cukup agar dapat menjalankan tugasnya secara maksimal," kata Aboe, Jumat (24/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, Aboe mengungkapkan temuan di daerah pemilihannya, Kalimantan Selatan (Kalsel), di mana peredaran narkoba sangat marak. Bahkan, perdagangan narkoba di beberapa wilayah di Kalsel digambarkan sudah seperti aktivitas jual beli permen. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Astambul, yang disebut sebagai salah satu pusat peredaran narkoba. “Ini semakin meresahkan dan perlu penanganan serius. Saat reses kemarin, saya secara khusus datang ke Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalsel, kami berdiskusi serius tentang peredara narkoba di daerah Astambul, di sana sudah kayak jualan permen!," tegasnya. Aboe juga menyoroti pentingnya pemberantasan kampung narkoba, yang selama ini menjadi pusat peredaran. “Di dapil saya, kampung narkoba sudah banyak ditindak aparat. Langkah ini perlu terus dilakukan dengan baik. Namun demikian perlu dijaga, agar tidak kambuh lagi. Dan juga tidak tumbuh lagi kampung narkoba yang baru," tambah Aboe Bakar. Selain itu, Aboe menyoroti wilayah pesisir Sumatera dan bagian utara Kalimantan sebagai jalur utama masuknya narkoba dari luar negeri. Ia mendesak BNN untuk memberi perhatian lebih pada daerah-daerah tersebut karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. “Wilayah pesisir Sumatera dan Kalimantan utara merupakan titik rawan yang harus menjadi perhatian utama BNN. Peredaran narkoba di daerah-daerah tersebut sudah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan,” tegasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.