Komika Ge Pamungkas Soroti Aksi Gas Air Mata di Kampus Unisba dan Unpas
VISI.NEWS | BANDUNG - Peristiwa penembakkan gas air mata di area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) hingga terjadi bentrokan pada Selasa (2/9/2025) dini hari.
Sehingga hal ini menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk, artis Ge Pamungkas yang mengaku prihatin dan meminta agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan.
"Punten pisan harus lewat sini, tapi beneran khawatir ini teh. Punten pisan Kang @dedimulyadi71, cuman bisa minta tolong sama yang punya kuasa di Bandung," tulis Ge Pamungkas pada unggahan di akun Instagram @gepamungkas, Selasa (2/9/2025).
Ge Pamungkas yang juga komika tersebut berharap, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengawal kasus tersebut.
"Kang @dedimulyadi71. Tolong atuh kaang, itu UNISBA sama UNPAS kenapa itu Kang. Ini saya Jakarta aja kepikiran, dan ga punya power juga kang. Cuma punya modal suara doang, mohon pisan kang tolong dikawal," tulis Ge Pamungkas.
Selain itu, Ge Pamungkas juga menjelaskan mengenai ada mahasiswa medis yang menjadi korban.
"Kang @dedimulyadi71, itu ada mahasiswa medis pula, tapi dipukul dituduh makar padahal bukan. Tolongin atuh Kang, Mbok ada bedanya mencari KEBENARAN sama mencari PEMBENARAN," ungkap Ge Pamungkas.
"Saya bukan orang Bandung, tapi saya pernah hidup di Bandung, sekolah di Bandung, dan banyak porsi hati saya juga di Bandung. Ga pernah saya memohon gini di sosmed dari dulu, tapi ngilu ga tau gimana cara bantunya. Kalau ada nomor pribadi, saya hubungin tapi berhubung ga ada tolong temen-temen sampaikan ini ke Kang @dedimulyadi71. Tolong bantu temen-temen kita di Bandung," papar Ge Pamungkas. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan gas air mata ditembakkan saat aparat sedang berpatroli, Senin (1/9/2025) malam.
Menurut Hendra, saat aparat mendekati kawasan Tamansari, Bandung tak jauh dari Unisba serta Unpas diserang menggunakan molotov oleh oknum tertentu yang diduga mahasiswa.
Selanjutnya, polisi melakukan pertahanan diri dari serangan pihak yang diduga kelompok anarko di Unpas dan Unisba salah satunya dengan melontarkan gas air mata.
Hendra menuturkan, aparat tidak sampai masuk ke kawasan kampus.
Usai kawasan tersebut terkendali, petugas melanjutkan patroli serta situasi kembali seperti biasa.
Ia mengungkapkan, kabar yang menyebutkan penyerangan terlebih dahulu dilakukan petugas adalah tidak benar.
Lebih lanjut ia mengatakan, jarak petugas dengan kampus sekitar 200 meter.
Termasuk, sambung Hendra, tak ada tembakan flash bomb ke arah kampus sebab seluruhnya diarahkan ke jalan raya, area kelompok berpakaian hitam lakukan pembakaran serta menutup jalan. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!