Koalisi Papua Desak Ungkap Teror Jubi: Ancaman bagi Kebebasan Pers

ED
Selasa, 22 Oktober 2024 | 08:31 WIB
Bagikan
Koalisi Papua Desak Ungkap Teror Jubi: Ancaman bagi Kebebasan Pers

Kombes Ignatius Benny Adi Prabowo, Kepala Bidang Humas Polda Papua, menyebutkan bahwa pemeriksaan forensik terhadap residu molotov menunjukkan bahwa bahan yang digunakan dalam serangan tersebut adalah bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasaran, termasuk slime, mainan anak-anak yang digunakan sebagai bahan pembakar.

Kerugian dan Keteguhan Jubi dalam Menghadapi Teror Jean Bisay, Pemimpin Redaksi Jubi, menuturkan bahwa serangan ini menimbulkan kerugian material sebesar Rp300 juta, tetapi lebih dari itu, mengganggu ketenangan keluarga dan karyawan Jubi.

“Ini bukan pertama kali kami diteror, dan saya pastikan Jubi akan terus memperjuangkan pengungkapan kasus ini hingga tuntas. Kami tidak akan berhenti, walaupun teror terus berlanjut,” ungkapnya dengan tegas.

Namun demikian, Bisay menegaskan bahwa Jubi akan tetap melanjutkan misi jurnalistiknya untuk memberitakan berbagai isu di Papua, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia yang kerap terjadi. Teror tidak akan menghentikan mereka dari tugas memberikan informasi yang jujur dan berpihak pada kebenaran.

Pentingnya Dukungan Publik dan Keseriusan Aparat Gustaf Kawer, Direktur PAHAM Papua, menggarisbawahi bahwa penanganan yang lambat terhadap kasus ini hanya akan memperparah situasi ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum di Tanah Papua.

“Kami berharap semua pihak, termasuk masyarakat dan lembaga penegak hukum, memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Pengungkapan harus segera dilakukan, dan kita harus mendukung upaya ini agar kebebasan pers tetap terjaga,” katanya.

Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua, yang terdiri dari berbagai organisasi jurnalis dan aktivis HAM, berharap agar pemerintah dan aparat kepolisian memberikan prioritas pada pengungkapan kasus ini. Mereka menegaskan bahwa perlindungan terhadap jurnalis adalah kunci bagi terciptanya demokrasi yang sehat dan bebas dari ancaman.

@uli

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.