Koalisi Media Berkelanjutan Satukan Empat Pilar
Ketua Umum AJI, Nany Afrida, mengatakan pembentukan koalisi menjadi momentum untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas tantangan keberlanjutan media. "Ini baru titik awal, dan masih akan ada tantangan ke depan yang akan dialami ," ujarnya.
Koalisi dalam kerja-kerja berikutnya akan membahas beberapa isu strategis atau peta jalan, yaitu pertama, konsensus tentang informasi berkualitas untuk publik. Kedua, penguatan regulasi dan tata kelola dari pemerintah maupun platform digital. Ketiga, penguatan mekanisme dana publik. Keempat, pencegahan kekerasan pada jurnalis dan media. Kelima, fondasi finansial dan ekosistem informasi yang sehat. Dan keenam, penguatan peran publik dalam ekosistem informasi. Enam Peta Jalan ini yang akan menjadi kerja-kerja Koalisi bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.
Setelah deklarasi Koalisi dilanjutkan dengan diskusi mengenai Dana Jurnalisme untuk Media Berkelanjutan. Narasumber diskusi adalah Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Komdigi, Farida Dewi Maharani. Kemudian Anggota Dewan
Pers, Dahlan Dahi. Berikutnya Ketua Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Eriyanto dan Pengurus AJI Indonesia, Prof. Masduki. Diskusi dipandu oleh moderator Luviana, koordinator Koalisi Media Alternatif.
Masduki, menegaskan bahwa jurnalisme harus dipandang sebagai kepentingan publik sehingga keberlanjutannya menjadi tanggung jawab bersama. "Harus ada gerakan kolektif, jurnalisme adalah public goods yang sangat penting bagi kehidupan bangsa maka artinya krisis dalam jurnalisme adalah krisis yang berkaitan dengan generasi bangsa ini," katanya.
Menurutnya, pembentukan Koalisi Keberlanjutan Media menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk membangun ekosistem media yang lebih sehat melalui penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, dan mekanisme pendanaan yang berkelanjutan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan dukungannya terhadap upaya memperkuat keberlanjutan media melalui kolaborasi multipihak dan penguatan regulasi. Farida Dewi Maharani menegaskan bahwa media adalah suatu entitas bisnis juga sosial dimana kewajiban untuk mengedukasi publik, menyajikan informasi pada publik tetapi tidak dapat dipisahkan dengan bisnis karena media juga industri. Secara bisnis ini butuh resources dan modal yang cukup baik maka tanggung jawab ini juga dapat berjalan dengan baik .
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!