Koalisi Cek Fakta: Stop Propaganda dan Politik Ketakutan

ED
Minggu, 7 September 2025 | 16:07 WIB
Bagikan
Koalisi Cek Fakta: Stop Propaganda dan Politik Ketakutan

VISI.NEWS | JAKARTA - Publik sebaiknya selalu berhati-hati dan kritis saat menerima informasi. Jangan sampai terjebak mengamplifikasi propaganda hingga informasi yang mengedepankan ketakutan.

Koalisi Cek Fakta menemukan banyak konten di berbagai platform hingga media arus utama yang menyoroti protes di Indonesia pada akhir Agustus 2025 didalangi pihak asing, seperti George Soros dan National Endowment for Democracy (NED).

Temuan kami, konten atau pemberitaan yang beredar itu mengutip laporan progandis Rusia, Angelo Guiliano yang diterbitkan media Rusia Sputnik bertajuk “Soros, NED Could Be Behind Indonesian Protests” pada 31 Agustus 2025.

Dalam keterangannya, Giuliano menyebut adanya indikasi pengaruh eksternal dan kondisi Indonesia hari ini. Salah satu indikasinya adalah penggunaan bendera One Piece jelang peringatan kemerdekaan Indonesia. Menurut Guiliano, simbol tersebut mengindikasikan adanya “pengaruh dari luar” yang disebutnya mirip dengan pola-pola yang terlihat di negara lain.

Dia menduga, ada kemungkinan Soros terlibat melalui Open Society Foundations, organisasi yang sejak tahun 1990-an menyalurkan dana lebih dari 8 miliar dolar Amerika secara global, serta NED yang mendanai media-media di Indonesia pada saat berbarengan.

Tuduhan bahwa oposisi atau aksi protes massa digerakkan oleh barat seperti di atas sudah dikaji oleh peneliti dan lembaga kredibel kerap dimainkan oleh pemerintah Rusia.

Mereka mengidentifikasi adanya penggunaan istilah “colour revolution” guna menggambarkan gerakan massa dianggap didukung secara politik dan didanai oleh kekuatan asing . Temuan lainnya, beririsan dengan aturan “foreign agent” dari pemerintah Rusia sejak 2012 untuk menstigma lembaga swadaya masyarakat, media, dan aktivis yang kritis terhadap pemerintahan Presiden Vladimir Putrin . Kehadiran narasi serupa di Indonesia, terutama ketika dipromosikan oleh Sputnik, menunjukkan pengulangan pola disinformasi global. Sebelumnya, operasi informasi ini juga terpantau semasa pandemi COVID-19 .

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.