Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Koala Terancam Punah: Kecelakaan Lalu Lintas dan Hilangnya Habitat Jadi Ancaman Utama

Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 22:25 WIB
Bagikan
Koala Terancam Punah: Kecelakaan Lalu Lintas dan Hilangnya Habitat Jadi Ancaman Utama
VISI.NEWS | AUSTRALIA - Koala, spesies marsupial yang berasal dari Australia dan kini terancam punah, mendapatkan perhatian serius di negara tersebut. Meskipun berada di bawah perlindungan, populasi koala terus menurun di habitat aslinya. Menurut laporan dari Independent UK yang dirilis pada Rabu (13/11/2024), koala sering kali menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Peak Downs Highway, yang membentang sepanjang 50 km dan menghubungkan Mackay dengan area pertambangan batu bara di Bowen Basin. Pada tahun 2023, sekitar 145 koala dilaporkan tertabrak di jalan tersebut, sementara di lokasi lain, rata-rata 350 ekor melawan nasib yang sama, berdasarkan penelitian dari Central Queensland University. Angka kecelakaan ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana rata-rata 150 koala tertabrak setiap tahunnya. Menurut Program Pemantauan Koala Nasional, saat ini terdapat hanya sekitar 100.000 hingga 250.000 ekor koala yang tersisa. Selain faktor tabrakan dengan kendaraan, koala juga terancam oleh serangan anjing, penyakit Chlamydia, kebakaran hutan, serta hilangnya dan fragmentasi habitat mereka. Namun, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama penurunan populasi yang paling signifikan. Analisis terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 80% koala yang tertabrak kendaraan cepat di Peak Downs Highway tidak selamat. "Kami menemukan bahwa distribusi spasial kecelakaan ini sesuai dengan pola acak di sepanjang ruas jalan ini," demikian catatan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Animals. Para peneliti menyatakan bahwa keseragaman vegetasi di kawasan ini dapat mengakibatkan koala tidak terfokus pada area penyeberangan tertentu. "Ada jumlah koala yang sangat banyak yang tertabrak dan terbunuh oleh kendaraan setiap tahun di ruas jalan yang relatif pendek ini, tanpa ada tanda-tanda pengurangan," kata Rolf Schlagloth, salah satu penulis penelitian tersebut. Mereka menyerukan agar habitat koala berkualitas tinggi dihindari untuk infrastruktur jalan raya. "Sayangnya, koala-koala ini tidak menerima perlindungan yang cukup dari Pemerintah," kata peneliti Universitas Griffith Douglas Kerlin. "Di Queensland, koala memliki status sebagai 'terancam punah' berdasarkan Undang-Undang Konservasi Alam, tetapi kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Negara Bagian saat ini difokuskan pada populasi di Queensland Tenggara, sementara koala di tempat-tempat seperti Queensland Tengah sebagian besar diabaikan," kata Dr. Kerlin. Dalam waktu dekat, para peneliti mengungkapkan bahwa pemulihan infrastruktur perlindungan, seperti pembangunan kembali jembatan untuk memisahkan arus lalu lintas dari habitat satwa, dapat berkontribusi dalam mengurangi angka kematian satwa akibat kecelakaan lalu lintas. "Kami telah memantau tiga jembatan yang telah dipasang kembali dengan bagian pendek pagar penghalang/pengalihan satwa liar untuk mendorong koala (dan satwa liar lainnya) lewat di bawah jalan daripada mengambil risiko menyeberang jalan dengan benar," kata Dr. Schlagloth. Menurut penelitian, pagar penghalang satwa liar bisa membantu menjaga jarak koala dari beberapa jalan, namun infrastruktur yang mendukung penyeberangan koala di bawah jalan raya Peak Downs tidak tersedia. Peneliti juga menekankan bahwa meningkatkan edukasi dan kesadaran pengemudi terhadap kemungkinan adanya koala di jalan bisa membantu menekan angka kematian hewan tersebut. "Visibilitas pengemudi juga merupakan faktor yang berkontribusi. Kami tahu bahwa semakin baik atau tinggi visibilitas pengemudi, semakin kecil kemungkinan terjadinya tabrakan kendaraan koala," kata Dr. Schlagloth. Dalam sektor pariwisata Australia, koala menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan. Sebelumnya, terdapat kontroversi mengenai aktivitas memeluk koala yang pernah ditawarkan kepada pengunjung di berbagai kebun binatang. Namun, kegiatan tersebut kini telah sepenuhnya dihentikan sejak bulan Juli di Lone Pine Koala Sanctuary Brisbane, sebuah pusat konservasi yang telah beroperasi sejak tahun 1927. Suaka tersebut mengumumkan bahwa mulai Juli, mereka akan melarang pengunjung memegang atau memeluk koala. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tuntutan masyarakat dan berupaya untuk memberikan pengalaman yang lebih edukatif. "Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas umpan balik pengunjung yang semakin kuat, yang ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan koala di suaka margasatwa dan tim perawatan satwa liar yang penuh semangat, tanpa harus memegangnya," demikian bunyi pernyataan tersebut. Pengalaman mendekap koala telah dilarang di beberapa negara bagian Australia seperti New South Wales, Victoria, Northern Territory, dan Tasmania selama beberapa tahun terakhir. Meskipun terlihat sangat lucu, koala sebenarnya merupakan hewan soliter, dan memegang atau memeluknya dalam durasi lama dapat menimbulkan stres bagi mereka. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.