KKN FIIKES UNMUH Jember di Kencong Resmi Ditutup
VISI.NEWS | JEMBER – Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Jember kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIIKES) yang berlangsung di Kecamatan Kencong. Setelah hampir satu bulan melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat, kegiatan KKN resmi ditutup di Aula Kecamatan Kencong, Kamis (4/6/2026).
Program yang berlangsung sejak (11/5/2026) tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan sosial dan profesional sebagai calon tenaga kesehatan.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program di bidang kesehatan, edukasi masyarakat, pemberdayaan lingkungan, hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Salah satu capaian yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak adalah lahirnya video edukasi pemetaan wilayah rawan bencana dan mitigasi kebencanaan yang disusun mahasiswa KKN FIIKES UNMUH Jember. Produk edukatif tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan bagi masyarakat maupun pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Camat Kencong, Ronny Arvianto, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Video edukasi kebencanaan yang dibuat mahasiswa ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata yang sangat bermanfaat. Materi tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi yang tepat,” ujarnya.
Ronny juga berpesan agar para mahasiswa yang kelak berkiprah sebagai tenaga kesehatan tetap menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai nilai utama dalam menjalankan profesinya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN FIIKES UNMUH Jember, Asrafi, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan KKN tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kecamatan Kencong.
“Kami sangat berterima kasih atas penerimaan dan dukungan yang luar biasa dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, Koramil, Polsek dan masyarakat. Selama masa KKN terjalin sinergi yang sangat baik sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan maksimal,” ungkapnya.
Menurut Asrafi, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa dalam memahami persoalan kesehatan dan sosial yang terjadi di lapangan.
“Kami belajar bahwa pengabdian yang berhasil lahir dari kolaborasi yang kuat antara kampus, pemerintah, dan masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami sebagai calon tenaga kesehatan agar lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Bagi FIIKES UNMUH Jember, pelaksanaan KKN bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan proses pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan yang dibutuhkan dalam dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.
Penutupan KKN berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi refleksi atas berbagai pengalaman, tantangan, serta capaian yang telah diraih selama pengabdian. Melalui KKN ini, UNMUH Jember berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk melahirkan inovasi-inovasi yang mendukung pembangunan daerah serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!