KJJT Desak Panglima TNI Usut Tuntas Oknum TNI Todongkan Pistol ke Wartawan di Sidoarjo
"Rumah orang tua, rekan kita (Hamdani) yang telah menjadi korban di Gresik sempat didatangi seseorang dan mencari korban," terang Ade.
Mendapat aduan itu, Ade langsung berkoordinasi dengan salah satu perwira Pomal dan menyampaikan prihal tersebut.
Entah apa yang terjadi, hanya beberapa hari berselang, tanpa sepengetahuan KJJT, Hamdani sebagai pelapor mencabut kembali pelaporannya. Hal ini disampaikan oleh salah seorang Perwira satuan Pomal kepada Ketua Umum KJJT.
Belum diketahui apa yang mendasari pencabutan laporan tersebut. Meski demikian, Hamdani belum memberikan informasi lebih lanjut kepada KJJT.
"Kita tidak tahu pasti apa yang mendasari pencabutan laporan, apakah ada perdamaian atau mungkin ada tekanan," kata Ketua Umum KJJT.
Terlepas dari semua itu, Ade Maulana meminta Panglima TNI, Jendral Laksamana TNI Yudo Margono untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.
Permintaan ini bukanlah sesuatu yang berlebihan, pasalnya TNI perlu menjaga tingkat kepercayaan publik agar tidak menjadi presenden buruk di masyarakat.
Bagaimana tidak, TNI harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa ada anggotanya berada di gudang solar milik swasta. Tidak saja itu, anggota TNI yang tidak berseragam ini membawa senjata dan menodongkannya kepada wartawan yang sedang bertugas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!