Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online
Ia berharap, adanya pelatihan yang berkesinambungan untuk peningkatan SDM dan mendorong regenerasi perajin sepatu di Cibaduyut.
"Karena minat orang untuk menjadi perajin sepatu mulai berkurang. Saya gatau 20-30 tahun lagi masih ada tukang sepatu. Solusinya dengan adanya pelatihan yang berkesinambungan, ini untuk menjaga sentra sepatu Cibaduyut semakin maju," katanya.
Berikan Pendampingan
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Cibaduyut, Ina Herlina mengaku telah melakukan langkah-langkah agar para perajin meningkatkan pemasaran dan produksinya.
Kelurahan Cibaduyut telah bekerja sama dengan salah satu universitas dan perusahaan e-commerce. Sebanyak 22 perajin dilibatkan dalam program tersebut. Mereka diharapkan bisa bertransformasi ke digital.
"Kita telah melakukan 9 kali pelatihan berkelanjutan. Para perajin kita bawa untuk memanfaatkan pemasaran online agar semakin luas jangkauannya," ujar Ina.
"Kemarin yang kita latih itu termasuk yang anak-anak mudanya," imbuhnya
Ina menuturkan, tantangan lainnya yakni tak banyak perajin di Cibaduyut yang memiliki brand sendiri. Tak sedikit perajin yang memproduksi untuk perusahaan besar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!