Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online
Namun bisnisnya bukan tanpa kendala, pendemi membuat usaha sempat berhenti dan hampir gulung tikar.
"Sejak 2014 ke sini makin menurun, puncak turunnya di 2020 itu pas pandemi," ujarnya.
Dua tahun terseok-seok akibat pandemi, kini perlahan industri sepatu di Cibaduyut mulai bangkit lagi.
Dindin mengatakan saat ini para perajin mendapatkan pendampingan penuh dari Pemkot Bandung untuk mulai memasarkan produknya memalui pemasaran online, pelatihan, dan diikutkan dalam berbagai pameran.
"Ini respons yang sangat baik dari pemerintahan melalui kelurahan, kita dapat pendampingan dari Pemkot Bandunh yang begitu total. Pada saat ini kan mau merangkak lagi, momentum ini sangat tepat sekali didampingi oleh pihak pemerintah sehingga peluangnya lebih terbuka," katanya.
Pemasaran online, lanjut Dindin, kini menjadi sarana yang efektif mendongkrak penjualan sepatunya.
"Dari 2019 sampai sekarang ini pemasaran online ini sangat efektif ya. Kita sudah siapkan toko toko di marketplace. Dulu costumer saya 100 persen offline, saat pandemi semua menurun. Nah yang membangkitkan sekarang adalah penjualan online," ujar Dindin.
Untuk menjaga para pelanggannya, Dindin terus menjaga dan meningkatkan kualitas produksinya. Ia pun berani mengatakan bahwa kualitas produk sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan produk impor atau di dalam negeri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!