Kisah Pemimpin Islam Terdahulu dalam Merayakan Hari Raya
Hal itu tidak lain selain karena persatuan ajaran yang sangat mulia dalam Islam. Persatuan merupakan ruh kehidupan, dan menjadi pilar kekuatan dalam hidup beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Persatuan juga menjadi pokok utama dan asas yang sangat penting untuk mencapai sebuah hasil yang sempurna. Karenanya, harus ada upaya serius dalam membangun persatuan umat Islam. Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Artinya, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara.” (QS Ali ‘Imran : 103).
Demikian tulisan tentang sejarah pemimpin Islam terdahulu dalam merayakan hari raya. Semoga bermanfaat dan menjadikan hari raya kita sebagai hari yang berkah, Amin. Wallahu a’lam. @mpa/nu.or.id/ustadz sunnatullah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!