Kisah Pemimpin Islam Terdahulu dalam Merayakan Hari Raya

ED
Minggu, 23 April 2023 | 11:42 WIB
Bagikan
Kisah Pemimpin Islam Terdahulu dalam Merayakan Hari Raya

VISI.NEWS | BANDUNG - Setelah umat Islam bergulat dengan puasa Ramadan dan rangkaian ibadah lainnya selama satu bulan penuh, tiba saatnya bagi mereka untuk merayakan kemenangan atas ibadah yang telah berhasil mereka kerjakan, yaitu hari raya idul fitri. Idul fitri merupakan hari pertama bulan Syawal yang diisi dengan perayaan atas kemenangan umat Islam setelah berpuasa selama sebulan.

Pada perayaan ini, banyak tradisi-tradisi yang dilakukan oleh kaum muslimin seantero dunia dengan ragam corak dan tradisi masing-masing negara. Di Indonesia misalnya, tradisi ketika hari raya idul fitri adalah dengan cara bermaaf-maafan, ziarah ke makam para sesepuh, hingga bersilaturrahmi ke sanak saudara dan kolega juga bagian dari perayaan hari raya.

Namun demikian, tahukah anda bagaimana tradisi para dinasti-dinasti dan pimpinan umat Islam dahulu dalam merayakan hari raya? Berikut ini penulis jelaskan perihal sejarah tersebut.

Merujuk pada penjelasan Habib Muhammad bin Ahmad Asy-Syatiri dalam salah satu karyanya, ia mengatakan bahwa hari raya dijadikan sebagai momentum oleh para dinasti dan raja-raja zaman dahulu untuk menampakkan kekuatan Islam. Mereka keluar dari kerajaan dengan ribuan prajurit dan penduduknya disertai dengan lantunan lagu-lagu kebesaran kerajaan, dan dengan cara ini umat Islam bisa disegani oleh pemeluk agama lain.

Tradisi seperti ini terus berlanjut hingga masa kepemimpinan sultan Abdul Hamid. Ia sebagai pemimpin ke-34 dalam kesultanan dinasti Utsmaniyah yang sangat adil, dan lebih memprioritaskan kemaslahatan Islam dan rakyatnya. Salah satunya adalah dengan memperlihatkan bala tentaranya di setiap hari raya sambil membacakan takbir sebagaimana yang biasa dibaca setiap hari raya.

Kisah ini sebagaimana diabadikan oleh Habib Muhammad bin Ahmad bin Umar Asy-Syatiri dalam salah satu kitabnya, ia mengatakan,

وَمُلُوْكُ الْمُسْلِمِيْنَ يُسْتَحَبُّ لَهُمْ اِظْهَارُ الْقُوَةِ وَعِزِّ الْاِسْلَامِ. كَانَ الْمُلُوْكُ السَّابِقُوْنَ يَقُوْمُوْنَ بِاسْتِعْرَاضِ الْجُيُوْشِ، وَأَخِرُهُمْ السُّلْطَانُ عَبْدُ الْحَمِيْدِ، وَهُوَ أَخِرُ مُلُوْكِ الْمُسْلِمِينَ. اِسْتَمَرَّتْ خِلَافَتُهُ ثَلَاثِينَ سَنَةً، وَكَانَ قَوِيَ الْاِيْمَانِ مُخْلِصًا لِدِيْنِهِ وَرَعِيَّتِهِ

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.