Kisah Imam Syafi’i Khatam Al-Quran hingga 60 Kali Selama Ramadan
Ar-Rabi mengatakan, “Imam Syafi’i setiap hari satu kali mengkhatamkan Al-Quran. Bahkan, di bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya hingga 60 kali di luar bacaan Al-Quran pada saat salat. Suaranya sangat merdu. Tak heran, saat suaranya terdengar orang banyak, mereka sampai menangis keras.”
Sama halnya dalam ibadah malamnya. Setiap malam, Imam Syafi’i selalu bangun di sepertiganya. Bahkan, di akhir-akhir hayatnya, ia selalu menghidupkannya semalaman.
Husain al-Karabisi pernah menceritakan pengalamannya, “Aku bermalam di tempat Imam asy-Syafi’i tidak hanya satu malam. Di sepertiga malam, ia selalu bangun. Ia tidak kurang membaca ayat 50, bahkan sampai 100 ayat. Tidaklah melewati ayat tentang rahmat kecuali memohon kepada Allah. Dan tidaklah melewati ayat tentang azab kecuali berlindung kepada-Nya.” (Lihat: Yusuf bin Taghri, an-Nujum az-Zahirah fi Muluki Mishr, Kairo: Wizaratus-Tsaqafah, jilid II, halaman 176).
Imam Syafi’i sendiri tutup usia di Fustath (Kairo), pada hari Kamis, akhir bulan Rajab 204 Hijriah dalam usia 54 tahun. Jenazahnya dikebumikan di Qarrafah ash-Shughra yang sekarang dikenal sebagai komplek pemakaman para wali yang ada di Kairo, Mesir. Di tempat pemakamannya terdapat pelataran atau halaman yang pernah dimakmurkan oleh Sultan Shalahuddin Yusuf dan dibangun kubah di atas pusaranya oleh Raja Kamil Muhammad. Dan kubah itu pun masih ada hingga sekarang.
Di sekitar makam Imam Syafi’i terdapat Makam Syaikh Jalaludin Al-Suyuthi, salah satu penulis Tafsir Jalalain bersama Jalaludin Al-Mahalli, Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani, Imam Laits, Rabiah Al-Adawiyah dan Sahabat Uqbah bin Umar.
Semoga kita termasuk orang yang mampu mengambil pelajaran dari kesungguhan ibadah Imam Syafi’i, meneladani kecintaannya terhadap Al-Quran, serta memperoleh keberkahan ilmunya. Wallahu a’lam.
@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!