Kisah Imam Syafi’i Khatam Al-Quran hingga 60 Kali Selama Ramadan
VISI.NEWS | BANDUNG - Nama Imam Syafi’i yang merupakan salah seorang ulama besar, mujtahid mutlak, pembaharu agama setiap 100 tahun sekali, dan juga pendiri mazhab fiqih yang masyhur diikuti, tentu menjadi nama yang tak asing lagi bagi masyarakat muslim Tanah Air.
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Sa’ib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin al-Muthalib bin Abdu Manaf bin Qushay. (Lihat: Yusuf bin Taghri, an-Nujum az-Zahirah fi Muluki Mishr, Kairo: Wizaratus-Tsaqafah], jilid II, halaman 176).
Dengan demikian, nama Syafi’i dinisbahkan kepada salah satu nama kakeknya yang bernama Syafi’. Selain nisbah masyhur Syafi’i, namanya juga dinisbahkan kepada al-Qurasyi, al-Muthalibi, dan al-Maki.
Ia lahir di Askelon (Askolan) Gaza, Palestina pada tahun 15 Hijriah. Pada usia 2 tahun, setelah ayahnya wafat, Syafi’i kecil dibawa oleh ibunya ke Mekah. Setelah dewasa, ia dua kali berkunjung ke Baghdad. Di sana ia menyusun qaul-qaul qadim atau mazhab lamanya. Setelah itu, ia menuju Mesir dan tinggal di sana pada tahun 199 Hijriah. Di sana ia menyusun qaul-qaul jadid atau mazhab barunya.
Manaqib atau kisah perjalanan hidup Imam asy-Syafi’i terlalu banyak dan keutamaan-keutamaannya terlalu masyhur untuk diceritakan. Kecerdasan dan kejeniausannya sudah tampak sejak kecil. Tak heran setelah dewasanya, ia berhasil menjadi mujtahid yang brilian.
Bagaimana tidak pada usia 7 tahun, ia sudah hapal Al-Quran. Hapal kitab al-Muwatha karya Imam Malik pada usia 10 tahun. Pada usia 15 tahun, ia sudah mampu berfatwa memenuhi permintaan para ulama lain dan siapa saja yang membutuhkan. Namun, tidaklah ia berfatwa kecuali setelah menghapal 10.000 hadis. (Lihat: Jamaluddin Abul-Farah al-Jauzi, al-Muntazhim fi Tarikh al-Umam, Beirut: Darul Kutub, 1992, Jilid X, halaman 135).
Satu riwayat menyebutkan, pada awal usianya, Imam Syafi’i tidak begitu banyak membaca Al-Quran karena sibuk menuntut ilmu. Baru di penghujung usianya, ia memperbanyak kembali tilawah Al-Qurannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!