Kisah Ember Bocor dan Tadarus Al-Quran tanpa Mengerti Maknanya
Karenanya, teruslah kamu melanggengkan membaca Al-Qur'an, meskipun tidak hapal dan tidak tahu maknanya sehingga mendapatkan balasan dan pahala dari Allah ta'ala," (Ahmad As-Sayyid, storyrealistic dengan beberapa penyesuaian). Subhanallah.
Tadarus Al-Qur'an yang kadang mengejar khatam seperti umumnya dilakukan yang seolah-olah terkesan tak berguna, ternyata dapat membersihkan hati dan mendatangkan pahala.
Terlebih dilakukan di bulan Ramadan, bulan mulia bulan turunnya Al-Qur'an. Dalam konteks ini, Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi (wafat 2010) Rektor Universitas Al-Azhar dan Mufti Darul Ifta Mesir merilis fatwa, bahwa membaca Al-Qur'an meskipun tanpa mengetahui maknanya tetap mendatangkan pahala bagi pembacanya.
Syekh Thanthawi memfatwakan:
ومن عموم الأحاديث الواردة يُعلَم فضل قراءة القرآن، ومدى ثواب قارئه سواء كان ماهرًا في قراءته وملمًا بمعانيه أو لا
Artinya, "Dari keumuman hadits-hadits yang datang dari Nabi Muhammad saw diketahui keutamaan membaca Al-Qur'an dan luasnya pahala bagi pembacanya, baik yang pandai dalam membacanya dan mengetahui makna-maknanya, maupun yang tidak." (Muhammad Sayyid Thanthawi, Tsawabu Qiraatil Qur'an li Ghairil Mahir bi Qiraatihi wa li Man La Yafhamu Ma'aanihi, 27 Juni 1991, Nomor Fatwa 7046).
Namun, tentu membaca Al-Qur'an secara tartil disertai mengetahui maknanya tetap lebih utama. Karenanya, selain tadarus Al-Qur'an, membaca dan mengkaji tafsirnya, sudah seharusnya menjadi pilihan aktivitas untuk meraih keutamaan Ramadan. Wallahu a'lam.
@nia/nu/ustadz ahmad muntaha am
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!