Kinerja Pemerintah Kota Bandung Sepanjang 2023: Semangat Membangun yang Tercoreng Kasus Korupsi

ED
Jumat, 29 Desember 2023 | 08:26 WIB
Bagikan
Kinerja Pemerintah Kota Bandung Sepanjang 2023: Semangat Membangun yang Tercoreng Kasus Korupsi

VISI.NEWS | BANDUNG - Kota Bandung mengalami berbagai dinamika sepanjang tahun 2023 yang berdampak pada kinerja pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Berbagai peristiwa penting terjadi di Kota Bandung, mulai dari operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Bandung Yana Mulyana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kebakaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari, hingga pembangunan infrastruktur strategis seperti Bandung Smart City dan Bandung Elevated Toll Road. Berikut ini adalah rangkuman kinerja Pemerintah Kota Bandung sepanjang tahun 2023:

OTT Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Pada Jumat, 14 April 2023, KPK menangkap Wali Kota Bandung Yana Mulyana beserta beberapa pejabat dan pihak swasta terkait dugaan suap pengadaan CCTV dan jasa penyedia jaringan internet di wilayah Kota Bandung dalam proyek Bandung Smart City. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi masyarakat Kota Bandung yang tengah berupaya pulih dari dampak pandemi covid-19. Yana sendiri baru menjabat sebagai Wali Kota Bandung definitif sejak 18 April 2022, menggantikan Oded M Danial yang meninggal dunia.

"Beberapa orang yang ditangkap di antaranya, benar Wali Kota Bandung,” kata Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu 15 April 2023². Selain Yana, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Dadang Darmawan, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung, Khairur Rijal, serta tiga orang dari pihak swasta, yaitu Benny selaku direktur PT Sarana Mitra Adiguna (PT SMA), Andreas Guntoro selaku Vertical Slution Manager PT SMA dan Sony Setiadi selaku Direktur PT Citra Jelajah Informatika (CIFO).

Yana divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Bandung karena terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar dari PT SMA dan PT CIFO. Yana juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta dan uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar. "Menyatakan terdakwa Yana Mulyana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim, Dwi Purwadi, saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 18 September 2023.

Kebakaran RSUD Bandung Kiwari

RSUD Bandung Kiwari mengalami dua kali kebakaran pada tahun 2023, yaitu pada 1 Februari dan 6 April. Kebakaran pertama terjadi di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) yang terletak di lantai empat rumah sakit. Saat kebakaran, pasien sempat berhamburan karena kondisi rumah sakit tengah ramai pagi itu. "Jadi sebetulnya ini sumbernya ada asap yang tebal di lantai empat mesin steril udara," ujar Dirut RS Bandung Kiwari Yorisa Pratama saat itu.

Kebakaran kedua terjadi di ruang yang sama dengan penyebab yang sama, yaitu alat sterilisasi udara. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian materiil sebesar Rp 2 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut, namun sejumlah pasien harus dipindahkan ke rumah sakit lain. Pemerintah Kota Bandung pun berjanji akan memperbaiki fasilitas dan sistem keamanan di RSUD Bandung Kiwari agar tidak terulang lagi.

Pembangunan Bandung Smart City

Salah satu program unggulan Pemerintah Kota Bandung adalah Bandung Smart City, yaitu sebuah konsep kota cerdas yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan kota, seperti transportasi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pelayanan publik. Bandung Smart City bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, efisiensi sumber daya, transparansi pemerintahan, dan partisipasi warga.

Meskipun tercoreng oleh kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Bandung Smart City tetap berjalan dan menunjukkan hasil positif. Beberapa program yang telah diluncurkan dalam Bandung Smart City antara lain adalah Bandung Command Center, yaitu sebuah pusat pengendali dan pemantau kota yang terintegrasi dengan CCTV, aplikasi, dan media sosial; Bandung Wi-Fi, yaitu sebuah layanan internet gratis yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandung; Bandung Intelligent Transport System, yaitu sebuah sistem manajemen lalu lintas yang menggunakan teknologi canggih seperti e-ticketing, e-parking, dan e-toll; Bandung Health Care, yaitu sebuah sistem kesehatan yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik dengan aplikasi dan database online; Bandung Smart Education, yaitu sebuah sistem pendidikan yang memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, seperti e-learning, e-library, dan e-school; dan Bandung Smart Environment, yaitu sebuah sistem lingkungan yang memonitor dan mengelola kualitas udara, sampah, dan drainase dengan menggunakan sensor, aplikasi, dan robot.

Pembangunan Bandung Elevated Toll Road

Proyek Bandung Elevated Toll Road (BETR) merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditargetkan selesai pada tahun 2023. BETR adalah jalan tol layang sepanjang 11,4 kilometer yang menghubungkan Pasteur dan Gedebage, melintasi jalan-jalan utama di Kota Bandung, seperti Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jakarta, dan Jalan Terusan Buah Batu. BETR diharapkan dapat mengurai kemacetan di Kota Bandung, khususnya di jalur timur-barat, serta meningkatkan konektivitas antara Bandung Raya dan Jakarta.

Pembangunan BETR dimulai pada tahun 2019 dengan biaya sekitar Rp 8,4 triliun. Proyek ini melibatkan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertanggung jawab atas pembangunan jalan tol, pemerintah daerah melalui Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab atas pengadaan lahan dan perizinan, dan swasta melalui PT Waskita Karya sebagai kontraktor dan PT Jasa Marga sebagai operator.

Pada akhir tahun 2023, proyek BETR telah mencapai progress sekitar 90 persen. Pemerintah berencana untuk mengoperasikan BETR secara bertahap mulai awal tahun 2024. Tarif tol yang akan dikenakan untuk pengguna BETR adalah sekitar Rp 1.000 per kilometer. "Kami optimis BETR akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya, baik dari segi mobilitas, ekonomi, maupun lingkungan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek BETR pada Desember 2023.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.