Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Kim Jong Un Klaim Telah Sukses Berupaya Atasi Tantangan

ED
Selasa, 27 Desember 2022 | 20:20 WIB
Bagikan
Kim Jong Un Klaim Telah Sukses Berupaya Atasi Tantangan

VISI.NEWS | KORUT - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan upaya yang lebih kuat untuk mengatasi kesulitan dan tantangan yang dihadapi negaranya saat dia membuka pertemuan politik penting setelah melakukan sejumlah uji coba rudal tahun ini .

Pertemuan pleno Partai Buruh yang berkuasa diadakan di Pyongyang pada Senin (26/12) untuk meninjau proyek-proyek sebelumnya dan membahas rencana kerja tahun depan, kata Kantor Berita Pusat Korea resmi pada Selasa (27/12).

Kim kemungkinan akan menggunakan pertemuan itu untuk menegaskan kembali tekadnya untuk memperluas persenjataan nuklirnya dan memperkenalkan senjata berteknologi tinggi yang menargetkan AS dan Korea Selatan sambil menyusun proyek untuk menghidupkan kembali mata pencaharian publik yang dilanda pandemi, kata beberapa ahli.

Dalam komentar pembukaannya, Kim membandingkan kesulitan dan tantangan sejak pertemuan partai yang lebih besar pada awal 2021 dengan "perjuangan revolusi selama 10 tahun".

Namun dia mengklaim Korea Utara telah melaporkan beberapa keberhasilan "dalam perjalanan yang sulit" dan bahwa kekuatan negaranya "sangat" meningkat di bidang politik, militer, ekonomi, dan budaya.

"Dia menekankan perlunya menyusun strategi untuk meluncurkan perjuangan yang lebih menarik dan percaya diri berdasarkan fakta berharga bahwa negara telah mencapai kemajuan praktis setelah menanggung semua kesulitan," kata Kantor Berita Pusat Korea resmi.

Dikatakan Kim meninjau pencapaian "luar biasa" yang dibuat tahun ini dan mengklarifikasi tugas "strategis dan taktis" untuk mencapai sosialisme gaya Korea Utara.

KCNA tidak merinci pencapaian yang diklaim Kim dan tugas yang dia tetapkan, dan klaim pencapaiannya tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Kim mungkin membutuhkan klaim yang digerakkan oleh propaganda semacam itu untuk menarik loyalitas publik yang lebih besar guna mendorong proyek-proyek yang sulit guna memperkuat persenjataan senjatanya dan mengatasi kesengsaraan ekonomi sambil menghadapi sanksi yang dipimpin AS dan kampanye tekanan untuk mengekang ambisi nuklirnya, kata beberapa pengamat.

Pertemuan Partai Buruh diperkirakan akan berlangsung beberapa hari, dan Kim kemungkinan akan membahas masalah-masalah seperti penumpukan senjata, hubungan dengan Amerika Serikat, dan ekonomi di sesi selanjutnya.

Tahun ini, uji coba militer Kim meluncurkan rekor jumlah rudal, banyak di antaranya senjata berkemampuan nuklir yang mampu mencapai daratan AS dan sekutunya Korea Selatan dan Jepang.

Dia mengatakan dia tidak akan kembali ke pembicaraan dengan Amerika Serikat kecuali menarik kebijakan permusuhannya, dalam referensi yang jelas untuk sanksi yang dipimpin AS dan latihan militer regulernya dengan Korea Selatan.

Pada hari Senin, permusuhan di Semenanjung Korea semakin meningkat setelah Korea Selatan menuduh Korea Utara menerbangkan drone melintasi perbatasan mereka yang tegang untuk pertama kalinya dalam lima tahun dan menanggapinya dengan menembakkan tembakan peringatan dan mengacak-acak pesawat tempur. @fen/sumber: afp/dailysabah.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.