KHUTBAH JUMAT | Wasiat Allah untuk Hamba-hambaNya
Bagaimana shalawat kami bisa ditampakkan kepada Anda, sementara Anda sudah menjadi tanah (di kkubur)?
Beliau menjawab,
إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَمَ عَلَى الأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi shallallahu ‘alaihim wa sallam.”(HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibn Majah, dan dinyatakan shahih Syaikh Al-Albani).
Beliau juga bersabda,
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak).”
Maksud dari selawat Allah adalah pujian Allah terhadap hamba tersebut di hadapan para malaikat di langit. Untuk menjadi terkenal atau dikenal penduduk bumi, sulit. Butuh modal besar. Perlu pasang baliho di mana-mana. Itu pun belum tentu diterima. Tapi untuk dikenal penduduk langit yang kita lakukan di antaranya adalah memperbanyak selawat kepada Nabi. Mudah dan murah. Dari masjid sampai ke rumah kita bisa berapa kali selawat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!