KHUTBAH JUMAT | Ujian Hidup adalah Jalan Menuju Surga, Bukan Tanda Kehilangan Rahmat Allah

Desi Rossilawati
Kamis, 19 Juni 2025 | 09:05 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT |  Ujian Hidup adalah Jalan Menuju Surga, Bukan Tanda Kehilangan Rahmat Allah

Allah swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 214:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”. (QS Al-Baqarah: 214). Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt Syekh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya Marah Labid, juz I, halaman 50, menyebutkan beberapa riwayat sebab turun Al-Baqarah 214 yang di antaranya bersumber dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ayat ini turun pada saat Rasulullah Saw dan umat Islam hijrah ke kota Madinah. Umat Islam mengalami kebuntuan sebab mereka keluar dari kota Makkah tanpa membawa harta sama sekali, mereka meninggalkannya bersama orang-orang musyrik di Meakkah. Terlebih, umat Yahudi (Madinah) saat itu juga menunjukkan permusuhan terhadap Rasulullah saw dan umat Islam. Allah menurunkan ayat ini untuk mengobati hati umat Islam, bahwa tidak akan ada umat manusia yang terlepas dari ujian di dunia. Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa untuk memperoleh surga dari Allah, tidak cukup hanya dengan keimanan saja. Umat Islam akan diberi berbagai macam cobaan sebagaimana yang menimpa pada umat sebelumnya sebagai ujian bagi mereka. Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan maksud dari ayat di atas bahwa status keimanan tidak langsung menjamin seseorang masuk ke dalam surga. Umat Islam harus melewati ujian dari Allah Swt terlebih dahulu.

وَمَعْنَى الْآيَةِ أَظَنَنْتُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ أَنْ تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِمُجَرَّدِ الْإِيْمَانِ بِيْ وَتَصْدِيْقِ رَسُوْلِيْ دُوْنَ أَنْ تَعْبُدُوْا اللهَ بِكُلِّ مَا كَلَّفَكُمْ بِهِ وَابْتَلَاكُمْ بِالصَّبْرِ عَلَيْهِ وَدُوْنَ أَنْ يَنَالَكُمْ أَذَى الْكُفَّارِ، وَالْفَقْرِ، وَمُقَاسَاةِ الْأَهْوَالِ فِيْ مُجَاهَدَةِ الْعَدُوِّ كَمَا كَانَ كَذَلِكَ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.