KHUTBAH JUMAT | Tiga Ucapan yang Disukai Allah
ED
Editor
M Purnama Alam
Jumat, 3 April 2026 | 04:59 WIB
Artinya: “Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar”.
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah
Pada ayat di atas, Allah Swt memberikan penjelasan dengan sangat tegas bahwa tidak ada kebaikan dalam suatu perbincangan di antara manusia kecuali di dalamnya terdapat ajakan untuk bersedekah dengan tujuan membantu sesama, ajakan berbuat baik serta mendamaikan orang yang sedang berkonflik.
Terkait hal ini, Kiai Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz juz 5 hal 242 berkata yang artinya: “Kebanyakan ucapan itu tidak ada kebaikannya kecuali orang yang memerintahkan sedekah atau memerintahkan amal baik atau mendamaikan di antara manusia. Barangsiapa yang melakukannya karena mengharap ridha Allah, Allah Taala akan memberikan pahala yang besar”.
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah
Pertama, perintah bersedekah. Perintah bersedekah yang dimaksud ayat di atas merupakan anjuran membantu sesama manusia terutama mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi dengan tujuan berbuat baik kepada sesama. Dalam ayat lain, Allah berfirman:
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Qs. Al-Baqarah: 195). Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Kedua, perintah berbuat baik. Ucapan yang disukai oleh Allah yang kedua ialah ucapan yang mengajak untuk melakukan kebaikan, yaitu setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan untuk dilakukan atau dianjurkan untuk dilakukan. Sebagaimana Ibnu Jarir At-Thabari dalam tafsir Jamiul Bayan, jilid 9 hal 201 berkata:وَالْمَعْرُوْفُ هُوَ كُلُّ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَوْ نَدَبَ إِلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ البِرِّ وَالْخَيْرِ،
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!