KHUTBAH JUMAT | Tafakur dan Faedahnya
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dengan i’tibar (mengambil hikmah atau pelajaran) akan bertambahlah ilmu kita. Dengan dzikir akan bertambahlah kecintaan kita pada Allah SWT. Dan dengan tafakkur itu akan bertambahlah takwa kita. Demikian Syaikh Hatim berfatwa.
Sementara Imam Syafi’i juga berkata; "Berdiamlah sejenak sebelum berbicara, dan dapatkanlah pengetahuan itu dengan tafakkur. Barang siapa yang ucapannya tidak mengandung hikmah, maka tiadalah berguna dia, dan barang siapa diamnya tidak bertafakkur, maka dia termasuk orang-orang yang lalai.”
Mari kita mencoba menilik dan merenungkan ayat berikut:
وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
“(Begitu juga ada tanda-tanda kebesaran-Nya) pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Ad-Dzariyat: 21)
Ayat ini mengisyaratkan kita untuk berpikir tentang proses kejadian manusia. Pada mulanya manusia - Nabi Adam AS - diciptakan dari tanah, kemudian proses selanjutnya, secara terus menerus manusia berasal dari setetes air yang menjijikkan dan sangat hina. Seandainya dibiarkan sebentar saja, akan rusak oleh hembusan udara.
Lalu bagaimana Allah SWT meletakkan dan mencampurnya dengan ovum di dalam rahim, bagaimana pula menjadikannya gumpalan darah, kemudian segumpal daging. Lalu membentuknya dengan wujud yang menakjubkan, diberi telinga, mata, hidung, mulut dan sebagainya. Sampai kemudian menjadi makhluk paling sempurna di antara yang lainnya, dan pada akhirnya ditiupkanlah ruh di dalamnya. Kemudian ditentukan pula ajalnya. Betapa luar biasa kejadian itu. Sungguh Maha Suci Allah SWT.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!