KHUTBAH JUMAT | Surga bagi yang Bisa Menahan Amarah
Semoga kita semua yang hadir pada pelaksanaan salat Jumat ini bisa diakui sebagai umatnya dan bisa berada di bawah naungan syafaatnya. Amin ya rabbal âlamin.
Selanjutnya, sudah merupakan keharusan bagi kami selaku khatib, untuk senantiasa mengajak diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan salat Jumat ini, untuk terus berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara berusaha semaksimal mungkin untuk terus istiqamah mengerjakan semua yang diperintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati oleh Allah
Mengikuti dan meneladani semua yang dilakukan oleh Rasulullah merupakan cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, salah satunya adalah bersikap kasih sayang dan anti kekerasan.
Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam riwayat Imam al-Baihaqi, bahwa ia diutus sebagai pembawa kasih sayang,
إِنَّ اللهَ لَمْ يَبْعَثْنِى طَعَّانًا وَلَا لَعَّانًا وَلَكِنْ بَعَثَنِى دَاعِيًا وَرَحْمَةً، اَللّٰهُمَّ اهْدِ قَوْمِى فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Artinya, “Sungguh Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan bukan (pula) orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk menjadi penyeru dan pembawa rahmat. Ya Allah! Berilah hidayah untuk kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR Al-Baihaqi).
Tidak hanya riwayat di atas, mari kita ingat bersama-sama, ketika terdapat salah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah untuk meminta pesan dan nasihat, di mana ia memiliki jiwa pemarah, kemudian pesan Rasulullah kepadanya adalah memerintahkannya untuk selalu meredamkan kemarahannya. Riwayat ini sebagaimana disebutkan oleh sahabat Abu Hurairah, yaitu:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!