KHUTBAH JUMAT | Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
Ilustrasi./visi.news/iStock.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah-lah yang membagi rezeki setiap hamba-Nya. Bukan manusia, bukan perusahaan, bukan atasan, bahkan bukan pemerintah. Semua hanyalah perantara. Hakikat pemberi rezeki hanyalah Allah swt.
Karena itu, ketika kita melihat ada orang yang hartanya lebih banyak, ilmunya lebih tinggi, usahanya lebih maju, atau jabatannya lebih tinggi, kita tidak boleh iri. Sebab Allah telah membagikan setiap nikmat sesuai dengan hikmah-Nya masing-masing.
Mungkin orang lain diberi kelebihan harta, tetapi kita diberi kesehatan. Ada yang diberi jabatan, tetapi kita diberi keluarga yang harmonis. Ada yang diberi popularitas, tetapi kita diberi ketenangan hati. Semua adalah rezeki, hanya bentuknya yang berbeda-beda.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Selain itu, Allah juga mengingatkan dalam Surah Hud ayat 6:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ٦
Artinya: “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
Perlu kita pahami bahwa ayat ini tidak mengajarkan kita untuk bermalas-malasan. Bukan berarti kita cukup duduk di rumah sambil menunggu rezeki datang. Islam justru memerintahkan kita bekerja keras, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, mencari nafkah yang halal, meningkatkan ilmu dan keterampilan sebagai modal perjuangan mencari bagian kita di dunia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!