KHUTBAH JUMAT | Rezeki Manusia Ditentukan Allah
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,
Firman-firman Allah tentang jenis, cara, atau jalan rezeki yang diberikan Allah swt ini sudah seharusnya menambah keimanan kita kepada-Nya dan meningkatkan sikap tawakal kita dalam kehidupan. Jangan sampai kita terobsesi dengan bekerja tanpa kenal waktu sehingga melupakan tugas utama kita di dunia ini yakni beribadah kepada-Nya. Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Artinya: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Dalam bekerja, kita juga harus tanamkan niat sebagai bentuk ibadah kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai bekal beribadah kepada-Nya. Jika hal ini bisa kita tanamkan dalam diri kita, maka Insyaallah, Allah akan terus mengalirkan rezeki yang maksimal dari sisi kuantitas dan kualitas. Kita harus tetap bekerja untuk kehidupan dunia, namun kita juga harus menyadari bahwa kehidupan ini akan berakhir dan kita akan kembali kepada-Nya. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Umar, rasulullah bersabda:
اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَداً وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَداً
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!