KHUTBAH JUMAT | Pribadi Baru di Tahun Baru Islam
Secara historis, berdasarkan pendapat yang paling populer, penetapan kalender Islam merupakan kebijakan Khalifah Sayyidina Umar bin Khattab dengan hitungan awalnya dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Oleh karenanya dinamai dengan kalender atau tahun Hijriah. Adapun jumlah bulannya kebetulan sama dengan tahun Masehi, yaitu 12 bulan, dan ini selaras dengan firman Allah:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ.....
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi ....” (QS. Al-Taubah: 36)
Ibnu 'Asyur di dalam kitab tafsirnya, al-Tahrir wa al-Tanwir juz 10 halaman 180 – 181 mengatakan bahwa maksud kata 'syuhur' di sini adalah bulan-bulan Qamariyah, yaitu hitungan waktu berdasarkan peredaran bulan, bukan matahari. Bulan Qamariyah ini menjadi lebih dulu ketenarannya dalam penetapan waktu karena dinilai memudahkan untuk menentukan waktu-waktu kejadian dan momen-momen sejarah masa lalu.
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam kalender Qamariyah, dan hari ini kita sudah memasuki penghujung bulan ini. Dengan demikian, dalam waktu dekat, sebelum pergantian tahun marilah kita merenungkan atas apa saja yang telah kita lakukan selama satu tahun, entah perbuatan baik maupun perbuatan buruk.
Perbuatan baik perlu direnungkan juga demi memastikan kalau perbuatan tersebut tidak ada unsur lain yang dapat menciderainya. Dengan kata lain, ibadah yang kita lakukan, baik ibadah individual maupun sosial ditujukan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Tidak ada tujuan lain yang terselip dalam setiap perbuatan baik yang sudah dilakukan selama satu tahun kemarin. Selain itu, perbuatan baik juga perlu dimuhasabah agar pada masa yang akan datang dapat dikembangkan lebih baik lagi. Sebab jika monoton begitu saja, maka ibadah kita akan stagnan. Artinya, ibadah kita tidak bertambah dalam kualitas maupun kuantitas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!