KHUTBAH JUMAT | Merawat Alam, Wujud Kepatuhan Terhadap Agama
Syekh Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsirnya Mafatihul Ghaib juz 14 hal 283 menjelaskan bahwa maksud dari arti kalimat tersebut mencakup lima larangan dalam berbuat kerusakan di muka bumi. Lima hal yang menjadi elemen penting dalam tercapainya tujuan kemaslahatan lingkungan. Kelima larangan tersebut ialah, pertama, melakukan kerusakan pada badan, mencakup melakukan pembunuhan, baik bunuh diri atau membunuh orang lain, atau memotong anggota badan dan mencederainya. Kedua, melakukan kerusakan pada harta, mencakup seperti halnya mencuri, meng-ghasab, dan berbagai macam tipu daya lainnya. Ketiga, melakukan kerusakan pada agama, dengan melakukan kekufuran dan bid’ah. Keempat, melakukan kerusakan pada keturunan dengan zina, sodomi dan yang lainnya. Kemudian yang terakhir ialah merusak akal dengan meminum minuman yang memabukkan. Kelima, larangan ini adalah bagian penting dari perjalanan kehidupan manusia di dunia. Sebab kemaslahatan kehidupan akan dapat dicapai dengan menjaganya.
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Adapun menjaga dan merawat lingkungan termasuk ke dalam lima bagian di atas. Sebab pada dasarnya dengan menjaga lingkungan, kita turut andil menjaga badan, harta, agama, keturunan serta akal kita untuk bisa tetap menjalankan ibadah kepada Allah swt.
Sebagaimana Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya Al-Jami’ li ahkamil Qur’an, , juz 7, hal 226 menjelaskan bahwa makna ayat di atas mencakup larangan berbuat kerusakan baik sedikit maupun besar.
انه سبحانه نهى عن كل فساد قل اوكثر بعد صلاح قل اوكثر ، فهو على العموم على الصحيح من الأَْقـْوَالِ. وَقَالَ الضحاك ـُ معناه لاتعوروا الماء المعين ولا تقطعوا لشجر المثمر ضرارا "
Artinya: “Allah melarang berbuat kerusakan baik sedikit maupun banyak terhadap sesuatu yang baik. Perintah ini bersifat umum. Ad-Dhahak berkata: maknanya ialah jangan mengotori sumber mata air, dan jangan pula memotong pohon yang sedang berbuah sebab akan menimbulkan kerusakan.”
Kesimpulan yang dapat diambil dari khutbah Jumat kali ini ialah dengan merawat dan menjaga lingkungan sama saja dengan kita menjaga keamanan dan kenyamanan kita dalam beribadah kepada Allah. Menjaga lingkungan bisa dimulai dari diri kita dan orang di sekitar kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!