KHUTBAH JUMAT | Meraih Keselamatan Akhirat dengan Meninggalkan 6 Perkara

ED
Jumat, 6 Desember 2024 | 11:46 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Meraih Keselamatan Akhirat dengan Meninggalkan 6 Perkara

Yang ketiga tinggalkan sifat sombong, niscaya di akhirat kita akan mulia di hadapan Allah Sang Maha Raja.    Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Mengapa tidak menyukainya? Sebab, kesombongan adalah pakaian kebesaran-Nya. Makanya pantas jika orang yang memiliki sifat ini, di akhirat akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan murka kepadanya. Demikian sebagaimana penuturan Rasulullah dalam haditsnya.    مَا ‌مِنْ ‌رَجُلٍ ‌يَتَعَاظَمُ فِي نَفْسِهِ وَيَخْتَالُ فِي مِشْيَتِهِ إِلَّا لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ    Artinya, “Tidaklah seorang laki-laki yang menyombongkan diri dalam hatinya dan bergaya congkak dalam gaya berjalannya, kecuali akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan marah kepadanya,” (HR. Ahmad).

Pantas dalam hadits lain disampaikan, tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya masih ada kesombongan walaupun sebesar biji sawi. Apa yang mau kita sombongkan? Semuanya hanya sekadar titipan yang akan diambil dan kita pertanggung-jawabkan.  Yang keempat, tinggalkan  sikap berlebihan dan tidak ada maknanya, niscaya kita akan dikumpulkan bersama orang-orang baik. Sikap berlebihan ini, menyangkut dalam segala hal, baik dalam pembicaraan, perbuatan, makanan, tidur, bahkan dalam ibadah sekalipun. Pantas Allah mengingatkan dalam Al-Quran:    وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ    Artinya, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan,” QS. Al-A’raf : 31).

Begitu pun dengan sikap sia-sia tanpa makna. Rasulullah sudah memberi isyarat kepada kita bahwa tanda baiknya keislaman seseorang dilihat dari seberapa jauh dia meninggalkan hal-hal yang tidak ada maknanya.    مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُ مَا لَا يَعْنِيْهِ    Artinya, “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak bermakna baginya,” (HR. At-Tirmidzi).  Masyiral Muslimin rahimakumullah  Yang kelima, tinggalkanlah permusuhan dan persengketaan, niscaya selamat dan beruntung pada hari Kiamat. Kewajiban meninggalkan permusuhan dan perintah berdamai ini sudah disampaikan dalam Al-Quran:    اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ    Artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati,” QS. Al-Hujurat : 10).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.