KHUTBAH JUMAT | Meraih Keselamatan Akhirat dengan Meninggalkan 6 Perkara
Pertama, tinggalkanlah kemarahan, niscaya di akhirat kita akan bertetangga dengan Allah. Artinya, jika pandai menahan amarah, kita akan dekat dan bersahabat dengan Allah. Berkenaan dengan ini, Rasulullah SAW jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada kita semua: لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ Artinya, “Orang kuat itu bukan yang kuat bergulat, melainkan orang kuat itu yang mampu mengendalikan nafsunya di kala marah,” (HR. Al-Bukhari). Menurut hadits ini, ternyata orang hebat dan kuat, bukan yang teriakannya keras dan lantang, melainkan yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan kemarahannya.
Begitu indahnya balasan Allah bagi orang yang mampu menahan emosi dan kemarahannya, sebagaimana diungkap dalam hadits berikut ini. مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللَّهُ عَنْهُ عَذَابَهُ Artinya, “Siapa saja yang mampu menahan kemarahannya, maka Allah akan menahan azab-Nya dari orang itu,” (HR. Ath-Thabrani). Sidang Jumat yang dirahmati Allah Yang kedua tinggalkan tipu daya dunia dan perkara yang haram, niscaya kita akan aman dan selamat pada hari Kiamat. Bukan berarti kita harus menolak dunia, karena tanpa dunia kita tidak akan bisa sampai ke akhirat. Namun, jangan jadikan dunia sebagai sebagai tujuan dan orientasi hidup. Justru jadikanlah sebagai fasilitas dan jembatan meraih kemuliaan akhirat.
Ingatlah bahwa kehidupan akhirat itu lebih bagus dan lebih kekal dari kehidupan dunia, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Quran: وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقى Artinya, “Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal,” (QS. Al-A’la : 17). Mengapa kita tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan? Sebab, sikap demikian hanya akan mendekatkan kita kepada sifat-sifat tercela seperti rakus, tamak, dan berani mengambil perkara syubhat, makruh, bahkan yang haram. Sementara jika kita sudah berani mengambil yang haram, maka dampaknya sangat banyak, seperti jauh dari terkabulnya doa, berat melaksanakan ibadah, hingga mendapat siksaan di akhirat. Ingat pesan Rasulullah SAW dalam haditsnya. كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ حَرَامٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ Artinya, “Setiap daging yang tumbuh dari perkara haram maka neraka lebih utama baginya,” (HR. At-Tirmidzi).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!