KHUTBAH JUMAT | Menjaga Lisan dan Jari dari Ghibah di Era Digital
Ilustrasi./visi.news/freepik
Perkembangan teknologi dan media digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Informasi yang dahulu hanya beredar dalam percakapan terbatas kini dapat menjangkau ribuan, bahkan jutaan orang dalam waktu yang sangat singkat.
Jika dahulu ghibah dilakukan melalui percakapan dari mulut ke mulut, kini ghibah dapat muncul melalui status, unggahan, atau bahkan komentar di media sosial.
Lebih berbahaya lagi, jejak digital dapat disalin, disebarkan, dan disimpan dalam waktu yang sangat lama. Seseorang mungkin telah menghapus unggahannya, tetapi tangkapan layar dan salinannya bisa saja tetap beredar. Akibatnya, satu ketikan yang dilakukan dalam beberapa detik dapat melukai seseorang dan menimbulkan kerusakan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh orang yang menjadi korban. Persatuan, persaudaraan, dan kerukunan masyarakat juga menjadi taruhannya. Oleh karena itu, hendaknya kita menjadikan gawai dan berbagai aplikasi di dalamnya sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi, menyebarkan ilmu, dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Mari kita jadikan setiap ketikan jari sebagai saksi kebaikan, bukan sebagai alat untuk merobek kehormatan saudara kita. Ingatlah sabda Rasulullah SAW:
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya, “Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!