KHUTBAH JUMAT | Menjaga Lisan dan Jari dari Ghibah di Era Digital
Ilustrasi./visi.news/freepik
Artinya, “Ketahuilah bahwa agama memiliki dua bagian. Pertama, tinggalkan segala larangan. Kedua, melaksanakan berbagai ketaatan. Meninggalkan larangan merupakan perkara yang lebih berat. Sebab, ketaatan dapat dilakukan oleh setiap orang, sedangkan meninggalkan keinginan hawa nafsu hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang benar dalam penghambaan kepada Allah.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Salah satu larangan Allah yang harus kita jauhi adalah ghibah. Rasulullah SAW menjelaskan pengertian ghibah dalam sabdanya:
أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ. قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Artinya, “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang tidak disukainya.” Kemudian ditanyakan, “Bagaimana jika apa yang aku katakan memang benar terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang engkau katakan memang terdapat pada dirinya, berarti engkau telah menggunjingnya. Jika tidak terdapat pada dirinya, berarti engkau telah melakukan kebohongan terhadapnya.” (HR Muslim).
Hadits ini memberikan penjelasan yang sangat terang. Apabila keburukan yang kita sampaikan memang benar terdapat pada diri seseorang, itulah yang disebut ghibah. Namun, apabila keburukan tersebut tidak benar, dosanya menjadi lebih berat karena kita telah melakukan fitnah atau tuduhan dusta.
Ghibah merupakan perbuatan tercela yang dapat melukai perasaan, merusak kehormatan, dan menghancurkan persatuan. Di tengah masyarakat, ghibah dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti mengejek seseorang, membuat meme yang merendahkan kelompok tertentu, memberi julukan buruk kepada organisasi lain, atau menyebarkan kesalahan seseorang tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!