KHUTBAH JUMAT | Menjaga Keluarga agar Tetap Berada pada Jalan Kesalehan
“Ajarilah adab dan agama kepada mereka”. Adh-Dhahak dan Maqatil rahimahumallah berkata, ﺣَﻖٌّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻢِ ﺃَﻥْ ﻳُﻌَﻠِّﻢَ ﺃَﻫْﻠَﻪُ، ﻣِﻦْ ﻗُﺮَﺍﺑَﺘِﻪِ ﻭَﺇِﻣَﺎﺋِﻪِ ﻭَﻋَﺒِﻴْﺪِﻩِ، ﻣَﺎ ﻓَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ، ﻭَﻣَﺎ ﻧَﻬَﺎﻫُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ
“Seorang muslim wajib mengajarkan kewajiban kepada Allah dan mengingatkan larangan-Nya kepada kerabat, budak wanita, dan budak laki-lakinya.” (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir rahimahullah).
Tentu kewajiban yang mesti diingatkan adalah untuk beriman dan mentauhidkan Allah. Di samping itu, kepala keluarga mesti menjalankan salat dan mengajak keluarga kita juga untuk salat.
Allah Ta’ala berfirman,
ﻭَﺍﺫْﻛُﺮْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞَ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺻَﺎﺩِﻕَ ﺍﻟْﻮَﻋْﺪِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻧَﺒِﻴًّﺎ ( 54 ) ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺃَﻫْﻠَﻪُ ﺑِﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻪِ ﻣَﺮْﺿِﻴًّﺎ ( 55 )
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya.” (QS Maryam: 54-55). Kepala keluarga hendaklah juga menjaga anggota keluarga dari berbagai maksiat. Sifat suami yang baik adalah bertanggung jawab pada anggota keluarganya. Karena ia akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻻَ ﻓَﻜُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺌُﻮﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﻋِﻴَّﺘِﻪِ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!